Pernah Dimandikan Messi, Giliran Yamal Peluk Kapten Argentina Usai Final Piala Dunia 2026

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, NEW JERSEY – Momen spesial terjadi usai laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Spanyol dan Timnas Argentina di New York New Jersey Stadium. Setelah laga dengan kemenangan Spanyol 1-0, winger Barcelona, Lamine menghampiri dan memeluk Lionel Messi .

Begitu peluit akhir dibunyikan oleh wasit Slavko Vincic, para pemain Spanyol langsung merayakan kemenangan mereka di lapangan. Namun, Lamine Yamal memilih tidak lama merayakan dan segera mendekati Messi yang duduk lesu di pinggir lapangan.

Dengan penuh perhatian, Yamal memeluk dan memberikan kata-kata penghiburan kepada sang kapten Argentina yang berusia 39 tahun.

Momen langka ini menjadi perhatian. Pasalnya, 19 tahun lalu Messi pernah memandikan Yamal dalam sesi potret UNICEF.

Messi pun menerima gestur hangat tersebut dan menghabiskan beberapa menit berbincang dengan Yamal. Sikap ini menunjukkan rasa hormat dan solidaritas antar pemain dari tim yang berbeda, terutama di momen yang sangat emosional seperti final Piala Dunia.

Kekalahan di final ini diyakini menjadi babak akhir perjalanan Lionel Messi bersama Timnas Argentina. Pemain legendaris tersebut sudah beberapa kali mengisyaratkan rencana pensiun setelah Piala Dunia 2026.

Kabar beredar bahwa jika Argentina berhasil menjuarai turnamen ini, Messi mungkin akan menunda keputusan tersebut.

Kendati demikian, dengan hasil kekalahan yang terjadi, banyak pihak meyakini bahwa Messi akan segera gantung sepatu dari tim nasional. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari La Pulga mengenai masa depannya di kancah internasional.

Final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan pertandingan penuh ketegangan dan strategi, tetapi juga momen kemanusiaan yang menyentuh hati. Gestur Lamine Yamal kepada Messi menjadi simbol penghormatan antar generasi pemain sepak bola, sekaligus menegaskan nilai sportivitas di tengah persaingan sengit di panggung dunia.

Lebih lanjut, kekalahan ini membuka babak baru dalam sejarah Timnas Argentina dan menandai kemungkinan berakhirnya era gemilang Lionel Messi di tim nasional. Bagi penggemar sepak bola, momen ini menjadi pengingat akan perjalanan panjang dan perjuangan seorang legenda yang telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taufik Hidayat Segera Disidang Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Berat Kekasihnya
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
ID FOOD Luncurkan Digitalisasi Warung Pangan untuk Perkuat Ekosistem Distribusi
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
J&T Cargo Bagikan 7 Tips Packing Untuk Hindari Kerusakan Barang
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Dari Pelosok Dusun Cikeusi untuk Pecinta Manis: Pesona Otentik Gula Si Geulis
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Eropa Melunak soal Pasar Karbon, Revisi Aturan ETS Digulirkan demi Daya Saing
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.