Longsor Gunung di Chongqing, Tiongkok, Bongkahan Batu Sebesar Gedung Diduga Dipicu Ledakan Pabrik Petasan

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada 17 Juli 2026, terjadi longsor besar di Kabupaten Pengshui, Chongqing, Tiongkok. Suara gemuruh yang sangat keras terdengar di sepanjang tepi Sungai Wujiang. Sejumlah bangunan di kaki gunung tertimbun batu dan tanah, sementara bongkahan batu terbesar yang jatuh disebut berukuran lebih dari 3.000 meter kubik, kira-kira sebesar sebuah gedung. Sejumlah warga menduga sebelum longsor terjadi, sebuah pabrik petasan di dekat lokasi mengalami ledakan yang kemudian memicu runtuhnya lereng gunung.

Menurut laporan media di Tiongkok, longsor terjadi sekitar pukul 09.08 di Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui. Sejumlah bangunan tempat tinggal di kaki gunung tertimbun dan roboh akibat material longsoran.

Karena ukuran batu-batu yang sangat besar, proses penyelamatan menjadi sangat sulit. Tim penyelamat harus terlebih dahulu memindahkan bongkahan batu sebelum dapat mencari korban yang diduga masih tertimbun.

重慶山體崩塌,災難現場曝光。 pic.twitter.com/AUKkhSbUAF

— ying tang (@yingtan04410735) July 18, 2026

Menurut keterangan resmi pemerintah setempat, hingga saat ini 8 orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Namun, foto-foto yang beredar di internet sebelum dan sesudah kejadian memperlihatkan area permukiman yang luas tertimbun tanah dan batu. Sebagian pihak berspekulasi bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin lebih besar daripada angka resmi, meskipun hal tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebuah video yang beredar menunjukkan sekitar 20 menit sebelum longsor, sebuah mobil yang melintas merekam suasana di lokasi melalui kamera dasbor. Terlihat banyak warga keluar dari rumah dan berkumpul di jalan. Sebagian masih mengenakan pakaian tidur sambil melihat ke arah gunung dan terdengar suara gemuruh keras dari kejauhan.

Sekitar 20 menit kemudian, menurut laporan tersebut, jalan beserta deretan bangunan di lokasi itu tertimbun material longsoran. Pengunggah video menuliskan harapan agar seluruh warga yang terlihat dalam rekaman telah berhasil mengungsi dengan selamat.

7月17日,重庆山体塌方前傳出異常震動和巨響,居民都跑出房屋,站在街上觀望,隨後山體垮塌。 pic.twitter.com/q490R2asMo

— ying tang (@yingtan04410735) July 18, 2026
Dugaan Ledakan Pabrik Petasan

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan bahwa longsor mungkin berkaitan dengan ledakan di sebuah pabrik petasan yang berada di belakang lereng gunung.

Seorang warga bermarga Yan mengatakan bahwa rumah-rumah yang terdampak dibangun di dekat lereng yang sebelumnya pernah mengalami pekerjaan peledakan, sementara di belakang gunung terdapat sebuah pabrik kembang api dan petasan.

Warga lain bermarga Xie mengatakan bahwa pada pagi hari terdengar suara ledakan keras dari arah gunung, disusul suara runtuhan batu seperti ledakan, kemudian lereng gunung runtuh beberapa kali secara berturut-turut.

“Setelah ledakan itu terjadi, kondisi tanah menjadi longgar, lalu lereng terus runtuh sedikit demi sedikit,” katanya. 

Menurutnya, sekitar 12 hingga 13 bangunan mengalami keruntuhan. Sebuah kendaraan yang sedang melintas juga dikabarkan tertimbun longsor, dan disebut membawa sejumlah penumpang. Ia menggambarkan kondisi di lokasi sangat memprihatinkan.

Seorang perempuan lain yang berada di lokasi mengatakan bahwa setelah longsor terjadi, masih terdengar beberapa suara ledakan kecil dari arah kompleks pabrik petasan.

Warga bermarga Wen mengatakan bahwa sekitar pukul 08.40, ia mendengar suara ledakan petasan yang sangat keras, “seperti suara petir atau peledakan”. Dari tepi Sungai Wujiang ia melihat kepulan asap tebal, sementara beberapa bangunan di tepi sungai terdorong ke dalam sungai akibat hantaman batu besar. Bangunan yang disebut terdampak antara lain sebuah toko kembang api dan sebuah hotel.

Warga bermarga Zhang juga mengatakan bahwa sekitar pukul 08.00, ia mendengar suara retakan batu yang sangat keras sebelum akhirnya terjadi longsor besar.

Seorang saksi mata bermarga Wang mengatakan bahwa ia mula-mula mendengar suara batu berjatuhan dari atas gunung, kemudian menyaksikan sendiri seluruh lereng gunung meluncur turun.

“Kami hanya bisa melihat ketika seluruh lereng itu tiba-tiba meluncur ke bawah,” ujarnya. 

Menurut Wang, beberapa bangunan di dekat tepi sungai terdorong langsung masuk ke Sungai Wujiang oleh material longsoran. Saat itu masih ada penghuni di dalam bangunan, sehingga peristiwa tersebut sangat mengerikan dan masih membekas dalam ingatannya.

Ia juga mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir tidak terjadi hujan di daerah tersebut sehingga ia tidak mengetahui penyebab pasti longsor.

Lokasi Ditutup, Penyebab Masih Diselidiki

Setelah kejadian, aparat menutup seluruh area bencana dan memerintahkan warga sekitar untuk segera mengungsi. Wang mengatakan bahwa ia bahkan tidak sempat menutup tokonya sebelum diminta meninggalkan lokasi.

Hingga saat ini, pemerintah setempat belum mengumumkan penyebab pasti longsor di Kabupaten Pengshui.

Laporan disusun oleh Luo Tingting


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PGN Tak Deteksi Adanya Gas di Lokasi Ledakan Grand Polonia
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Marc Cucurella Ditagih Janji, Nah Lho!
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Manfaat Menggunakan Cengkeh untuk Rambut
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Menteri PU Dody Hanggodo Angkat Bicara soal Isu Reshuffle Agustus Mendatang
• 20 jam laludisway.id
thumb
KCP Bank Jakarta Punya Wajah Baru, Kini Lebih Sat -set dan Modern
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.