Longsor di Chongqing, Tiongkok : 8 Orang Tewas dan 34 Hilang, Bongkahan Batu Raksasa Menimbun Kawasan Permukiman

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada 18 Juli pagi, terjadi longsor besar di dekat Jembatan Ketiga Sungai Wujiang, Kabupaten Pengshui, Chongqing, Tiongkok.  Sejumlah bangunan permukiman dilaporkan tertimbun bongkahan batu raksasa dalam hitungan detik, menyebabkan banyak orang terjebak dan menjadi korban. Menurut sejumlah warga, sebuah bus penumpang juga diduga tertimbun longsor.

Media pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) melaporkan bahwa hingga saat ini 8 orang meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Namun, jumlah korban sebenarnya belum dapat dipastikan.

Menurut laporan, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, longsor terjadi di kawasan tepi Sungai Wujiang, Jalan Hanjia, Kabupaten Pengshui.

Rekaman dari lokasi menunjukkan sebuah bongkahan batu berukuran sekitar dua hingga tiga lantai gedung runtuh dari lereng gunung. Sejumlah bangunan tempat tinggal setinggi lima hingga enam lantai mengalami kerusakan atau roboh, bahkan sebagian bangunan terdorong masuk ke sungai. Awan debu tebal membumbung tinggi, sementara warga berlarian menyelamatkan diri.

Seorang warga desa mengatakan bahwa ia melihat sebuah bus penumpang tertimbun longsor. Menurutnya, bus tersebut membawa sekitar 19 orang dan merupakan bus pagi yang biasa digunakan warga menuju pusat kota maupun stasiun kereta.

Warga lain mengatakan bahwa sebelum longsor terdengar suara ledakan keras yang menyerupai suara meriam atau ledakan petasan, kemudian lereng gunung runtuh. Ia menambahkan bahwa banyak penghuni masih berada di rumah ketika kejadian, tetapi tidak mengetahui berapa banyak orang yang tertimbun.

Seorang saksi mata bermarga Hu mengatakan bahwa batu yang jatuh sangat besar. Dalam waktu sekitar satu hingga dua menit, debu begitu tebal hingga pandangan sama sekali tertutup.

“Saya berlari sekuat tenaga, kaki saya sampai lemas.”

Ia juga melihat beberapa orang melompat keluar melalui jendela rumah untuk menyelamatkan diri, sementara suara teriakan terus terdengar dari lokasi kejadian.

Menurut Hu, sebagian besar penghuni kawasan tersebut merupakan pelaku usaha kecil yang bergerak di bidang keramik, bahan bangunan, dan perdagangan.

Seorang pemilik usaha bermarga Jiang mengatakan kepada Sina News: “Rasanya seperti gempa bumi. Setelah terdengar suara ledakan keras, batu-batu langsung runtuh. Belasan bangunan hilang begitu saja.”

Sejumlah warganet berkomentar bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 09.07, ketika sebagian besar warga masih berada di rumah. Karena saat itu juga sedang liburan sekolah musim panas, banyak anak-anak masih berada di rumah.

Beberapa komentar menyebut bahwa dengan ukuran batu yang sangat besar, peluang korban yang tertimbun untuk selamat diperkirakan sangat kecil. Pernyataan tersebut merupakan pendapat warganet dan bukan informasi resmi.

Pihak berwenang menyatakan bahwa proses penyelamatan menghadapi berbagai kendala karena lereng gunung masih belum stabil, ruang kerja terbatas, dan masih terdapat risiko longsor susulan.

Hingga saat ini, pemerintah setempat melaporkan 8 korban meninggal dunia dan 34 orang masih hilang. Belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah pasti korban.

Laporan wartawan NTD Television, Xiao Chang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhub Gelontorkan Rp161,2 Miliar untuk 313 Trayek Angkutan Jalan Perintis di 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Persis Solo datangkan Terens Puhiri untuk pertajam lini depan
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Madonna, BTS, Justin Bieber dan Shakira Meriahkan Final Piala Dunia 2026
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
ASDP Pioneer Ferry Services to Resume in NTT
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Taufik Hidayat Segera Disidang Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Berat Kekasihnya
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.