HARIAN.FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi menyerahkan Peta Administrasi dan Risiko Banjir Rob kepada Pemerintah Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Penyerahan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis data spasial untuk mendukung perencanaan tata ruang yang adaptif terhadap ancaman perubahan iklim di wilayah pesisir.
Peta yang diserahkan merupakan hasil integrasi data elevasi digital nasional (DEMNAS) dan pemetaan spasial yang memetakan tiga tingkat kerentanan rob, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, pada pemukiman serta kawasan pertambakan produktif di Borimasunggu. Visualisasi berskala ini memungkinkan pemerintah kelurahan untuk mengidentifikasi sebaran daerah rawan dan titik fasilitas umum dengan lebih jelas dan akurat.
Nurfaisah, mahasiswa program studi Geofisika Unhas yang menyerahkan peta tersebut, mengatakan, “Melalui peta risiko ini, kami berharap Kelurahan Borimasunggu memiliki basis data spasial yang kuat untuk menyusun rencana tata ruang yang tangguh bencana serta menentukan strategi adaptasi yang tepat bagi masyarakat, khususnya bagi para pembudidaya tambak.” Pernyataan ini disampaikan saat penyerahan peta di kantor kelurahan setempat.
Pemerintah Kelurahan Borimasunggu menyambut baik inisiatif ini dan menilai bahwa keberadaan peta administrasi yang dikombinasikan dengan dokumentasi fisik pemanfaatan lahan pesisir sangat membantu aparatur kelurahan dalam mengenali potensi dan kerentanan wilayah secara cepat dan tepat. Hal ini akan menjadi dasar penting untuk perencanaan pembangunan yang berkelanjutan ke depan.
Program KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas di Kabupaten Pangkep ini diharapkan dapat meninggalkan warisan data digital yang berkelanjutan (sustainability program). Program ini relevan dengan pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek Penanganan Perubahan Iklim (SDGs 13) dan Pemukiman yang Berkelanjutan (SDGs 11), sehingga memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat pesisir. (*)





