Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengingatkan bahwa anak-anak harus diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi keinginannya sendiri.
Dia mengimbau kepada orang tua maupun pihak terkait agar tidak banyak membebankan tugas kepada anak-anak. Pernyataan ini disampaikan saat sambutan peringatan menjelang Hari Anak Nasional ke-42 tahun 2026 yang jatuh pada 23 Juli.
Pada awalnya dia menunjuk beberapa anak untuk maju ke depan. Pramono mengajukan sejumlah pertanyaan seperti cita-cita, negara favorit di pertandingan Piala Dunia 2026, hingga bernyanyi bersama. Setelahnya Pramono mengingatkan mengenai ruang ekspresi anak.
"Saya sengaja mengundang anak untuk menyanyi, karena apa pun, menjadi anak itu jangan tugasnya terlalu banyak. Harus punya ruang juga untuk bermain, punya ruang juga untuk mengekspresikan apa yang menjadi keinginannya," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pramono kembali menyampaikan bahwa DKI Jakarta menjadi provinsi yang ramah terhadap anak sejak tahun 2022 dan meminta hal ini dipertahankan.
Pramono meminta kepada anak-anak untuk belajar secara sungguh-sungguh agar cita-cita yang diharapkan dapat tergapai. Dia menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta akan membantu biaya pendidikan anak-anak dengan kependudukan Jakarta.
"Kalau kemudian ingin meneruskan melanjutkan pendidikan sampai setinggi-tingginya, Pemerintah DKI Jakarta membuka ruang untuk memberikan bantuan bagi anak-anak kita semuanya," ucapnya.
Bantuan tersebut di antaranya adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki program pemutihan ijazah di mana biaya mengambil ijazah ditanggung oleh Pemprov.
"Maka bagi ada kalau saudara-saudara sekalian yang ijazah saudara-saudaranya belum terambil, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan akan turun tangan untuk memutihkan ijazah tersebut. Biayanya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah DKI Jakarta," ujarnya.





