Kedai kopi asal Indonesia, Kopi Kenangan, disebut tengah menjajaki kemungkinan mencatatkan sahamnya melalui initial public offering (IPO). Dari aksi korporasi itu valuasi perusahaan diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, rencana IPO Kopi Kenangan mendapat dukungan dari bintang tenis Serena Williams dan pengusaha hip-hop Jay-Z. Williams dan Jay-Z bergabung sebagai investor Kopi Kenangan pada 2019. Keduanya masing-masing menanamkan modal melalui Serena Ventures dan Roc Nation.
Meski begitu, pembahasan soal potensi pencatatan saham itu masih berada pada tahap awal, sementara perusahaan belum menunjuk bank investasi untuk memimpin proses IPO. Adapun Singapura menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam daftar bursa potensial untuk pencatatan saham Kopi Kenangan.
Wakil Presiden Bidang Keuangan Korporat dan Pengembangan Kopi Kenangan, Junxian Li mengatakan perusahaan terus mengevaluasi berbagai opsi strategis dan pembiayaan untuk mendukung ekspansi bisnis dan membuka peluang monetisasi bagi para pemegang saham.
“Hal ini mencakup dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami saat ini,” kata Li, dikutip The Wall Street Journal, Senin (20/7).
Li juga mengatakan Kopi Kenangan belum mengambil keputusan pasti soal rencana IPO, termasuk mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan saham, maupun valuasi perusahaan.
Adapun Kopi Kenangan berdiri sejak 2017, menggunakan biji kopi yang seluruhnya berasal dari Indonesia. Perusahaan telah memperluas operasionalnya ke enam negara, termasuk Singapura, Malaysia, India, dan Australia.
Kopi Kenangan kini juga memiliki lebih dari 5.000 karyawan dan mengoperasikan lebih dari 800 gerai yang tersebar di 45 kota di Indonesia. Perusahaan mencatat penjualan hingga 30 juta cangkir kopi pada 2020.
Salah satu pendiri sekaligus CEO Grup Kopi Kenangan, Edward Tirtanata mengungkapkan kinerja perusahaan melalui unggahan di LinkedIn pada Januari 2026. Ia menyebut pendapatan bersih perusahaan pada 2025 tumbuh 45% secara tahunan menjadi US$ 184 juta, sedangkan laba bersih mencapai US$ 17 juta.
Dalam unggahan yang sama, Tirtanata juga menyampaikan Kopi Kenangan perlu mulai beroperasi dengan standar perusahaan publik sebelum resmi mencatatkan sahamnya di bursa, meski tidak memerinci rencana IPO tersebut.
Kenangan Group menargetkan ekspansi agresif pada 2026 dengan menambah sekitar 524 gerai menjadi 1.848 gerai. Ekspansi tersebut diproyeksikan mendorong pendapatan bersih menjadi US$ 265 juta, EBITDA US$ 69 juta, hingga laba bersih US$ 29 juta. Dengan demikian, margin EBITDA diperkirakan meningkat menjadi 26% dari 20% pada 2025.




