Kecelakaan Maut Truk Kontainer di Pandaan, Polisi Belum Periksa Sopir

beritajatim.com
20 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Pasuruan (beritajatim.com) – Satlantas Polres Pasuruan masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer di kawasan traffic light Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Hingga kini, polisi belum memeriksa sopir truk karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kecelakaan beruntun yang terjadi pada Selasa (7/7/2026) itu diduga dipicu oleh masalah pada sistem pengereman atau rem blong dari truk kontainer bernomor polisi L 9381 CK yang dikemudikan Agung, warga Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya.

Truk tersebut menghantam lima sepeda motor yang sedang berhenti mengantre di lampu lalu lintas. Akibat benturan keras, empat orang meninggal dunia, sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar mengatakan hingga saat ini penyidik belum menetapkan tersangka karena proses penyidikan masih berada pada tahap awal.

“Hingga saat ini belum ada penetapan tersangka terkait kasus kecelakaan lalu lintas tersebut karena kami masih dalam proses penyidikan awal. Kami belum bisa melakukan proses penyidikan lanjutan yang mendalam mengingat sang sopir truk kontainer saat ini masih berada di rumah sakit,” jelas AKP Jauhar.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap sopir baru dapat dilakukan setelah kondisi kesehatannya dinyatakan memungkinkan oleh tim medis. Sementara itu, penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan melengkapi berkas perkara.

“Sang sopir saat ini diketahui masih sakit dan sedang intensif menjalani proses perawatan medis dari tim dokter di rumah sakit. Oleh karena itu, kami harus menunggu rekomendasi dan izin dari pihak medis terlebih dahulu sebelum bisa melakukan pemeriksaan secara resmi terhadapnya,” jelasnya.

Selain mendata korban meninggal dunia maupun korban luka, polisi juga telah mengamankan truk kontainer beserta lima sepeda motor yang terlibat sebagai barang bukti.

Penyidik akan melakukan pemeriksaan teknis terhadap sistem pengereman kendaraan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan rem blong masih didalami bersama pihak terkait.

“Untuk penyebab pasti dari kecelakaan maut truk kontainer yang menewaskan 4 korban jiwa ini juga masih dalam penyelidikan mendalam bersama pihak terkait. Penyebab kecelakaan dari truk kontainer tersebut secara teknis masih dalam proses penyelidikan pihak terkait dan akan kami sampaikan perkembangannya nanti,” tutupnya.

Peristiwa di jalur utama Pandaan tersebut menyita perhatian masyarakat karena menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak. Satlantas Polres Pasuruan mengimbau seluruh perusahaan angkutan barang maupun operator transportasi agar rutin melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan, khususnya sistem pengereman, guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. [ada/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Terpantau Turun Lagi, Kini Jadi Rp2.610.000 per Gram
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Tegaskan Tak Tebang Pilih untuk Berantas Penyelewengan
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR RI: Fokus pada MBGnya dulu, kurangi pengadaan yang tak esensial
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Soroti Ucapan Hotman Paris, IJTI Tegaskan Menghormati Profesi Jurnalis adalah Kepatuhan Hukum
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo soal Kasus Eks Jampidsus
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.