Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan teman-teman kuliah seangkatannya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026).
Pertemuan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menghadapi persidangan kasus pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Jokowi yang menyeret Roy Suryo dan dr. Tifa sebagai terdakwa.
Ketua Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, mengonfirmasi kehadiran para alumni tersebut. Salah satu rekan seangkatan Jokowi yang hadir dalam pertemuan di Solo tersebut adalah Mulyono.
"Ya mempersiapkan diri dan rekan-rekan saya seangkatan, persiapan sidang ya," ujar Jokowi mengenai konsolidasi bersama rekan-rekan kuliahnya tersebut.
Andi Azwan menilai langkah Roy Suryo mengajukan gugatan praperadilan merupakan strategi untuk mengulur-ulur waktu agar tidak segera masuk ke pembuktian sidang pokok perkara.
Andi meyakini persidangan pokok perkara nantinya akan membuktikan bahwa tuduhan yang selama ini dilayangkan kepada Jokowi hanya berlandaskan asumsi tanpa didukung barang bukti yang valid.
Sebelumnya, seusai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, terdakwa dr. Tifa kembali menyuarakan kejanggalan terkait status Jokowi sebagai lulusan UGM. Tifa menilai tidak hadirnya Jokowi dalam acara-acara besar almamater selama satu dekade menjabat sebagai Presiden merupakan sebuah fenomena yang tidak lazim.
"Beliau tidak pernah hadir di acara UGM. Sungguhpun sudah menjadi pejabat publik selama 10 tahun, tidak pernah mengakui lulusan UGM, tidak pernah datang ke UGM, dan tidak pernah diundang oleh UGM. Itu adalah sebuah ketidaklaziman pada kampus kami," kata Tifa usai persidangan.
Tifa lantas membandingkan sikap Jokowi dengan sejumlah tokoh nasional alumni UGM lainnya yang kerap hadir dan aktif dalam kegiatan almamater, seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, hingga Mahfud MD.





