Sengketa Tanah di Adonara NTT, Legislator Minta Pemerintah Gunakan Pendekatan Budaya

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira mendorong agar penyelesaian sengketa tanah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) disikapi melalui pendekatan budaya.

"Untuk memyelesaikan persoalan ini, pemerintah dan APH sebaiknya menggunakan pendekatan budaya dengan pemahaman yang utuh tentang struktur sosial masyarakat setempat," kata Andreas kepada Kompas.com, Senin, (20/7/2026).

Baca juga: Konflik Batas Desa di Adonara, Mensos Minta Kedua Pihak Menahan Diri

Andreas menuturkan, berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat di Flores Timur, bentrok berdarah di Adonara Timur ini bermula dari rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Desa Waiburak berlokasi di tanah ulayat Lewonara Desa Narasaosina.

"Menurut pemilik ulayat, tanah itu diberikan untuk ditinggali, bukan untuk dijual demi pembangunan KDMP," tuturnya.

Baca juga: Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya

Di sisi lain, lokasi tersebut diketahui sudah bersertifikat atas nama warga Desa Waiburak, sehingga memicu persoalan yang pelik dan berdampak pada konflik fisik.

Karena itu menurutnya, dalam menyelesaikan konflik tersebut diperlukan kehati-hatian.

"Untuk itu, pemerintah setempat dan pihak keamanan maupun pihak yang berkepentingan dengan tanah tersebut harus bijak dan sangat berhati-hati sehingga bisa meredakan konflik dan tidak memperpanjang persoalan," imbaunya.

3 Warga Meninggal

Bentrokan antarwarga terjadi di Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir dari Kompas.com, sebanyak 3 warga tewas, 5 orang terluka, dan 20 rumah yang terbakar akibat kerusuhan dan bentrok antarwarga

Konflik tersebut diduga dipicu sengketa batas tanah dan klaim lokasi pembangunan KDMP.

Baca juga: Kemensos Siapkan Bantuan untuk Korban Konflik di Adonara

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal mengatakan, persoalan tersebut menjadi pemicu bentrokan yang kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026).

"Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes Merah Putih," ujar Antonio saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahaya Self-Diagnosis dan Sembarangan Konsumsi Obat Asam Urat, dr. Ngabila: Haram!
• 16 jam lalucumicumi.com
thumb
Pelajar SMAN 16 Makassar Lolos GBN, Wakili Sulsel ke Istana Merdeka.
• 18 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Presiden Prabowo: Indonesia Berada di Jalan yang Benar untuk Hapus Kemiskinan dan Kelaparan
• 19 jam laludisway.id
thumb
Waligereja se-Asia berkumpul di Jakarta dalam Pleno ke-12 FABC
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Megawati Terima Dubes Maroko, Bahas Baik Hubungan yang Terjalin Selama 66 Tahun
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.