Prabowo: Saya Diserang karena MBG, tapi Ribuan T Menguap Tak Ada Pakar Protes

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa, ibu hamil, dan lansia.

Ia membandingkan kritik tersebut dengan kekayaan negara yang menurutnya telah hilang selama bertahun-tahun tanpa mendapat perhatian serupa.

"Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, memberi makan untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan. Tapi ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada yang komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).

Prabowo juga menyinggung anggapan program MBG dapat membuat perekonomian Indonesia terpuruk. Namun, ia meyakini kebijakan pemerintahannya sejalan dengan pemikiran ekonomi dan politik yang disusun para pendiri bangsa.

"Kita dibilang ekonomi mau collapse, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros. Saudara-saudara, saya punya keyakinan bahwa fundamental pemikiran ekonomi dan politik bernegara yang disusun oleh pendiri-pendiri bangsa kita, saya punya keyakinan bahwa itu masuk akal, benar. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari perjuangan lama," kata dia.

Prabowo menegaskan, pemerintahannya akan terus menjalankan program MBG. Menurutnya, kemampuan suatu negara menyediakan pangan bagi rakyat merupakan hal mendasar.

"Setiap negara, setiap perekonomian, itu pasti diukur dan kita punya ukuran. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi makan untuk rakyatnya? Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka, untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi paling dasar dari sebuah peradaban? Yang paling dasar adalah makan, pangan," ucap dia.

Prabowo juga menanggapi pandangan yang menilai anggaran untuk program pemberian makanan sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan lain. Ia menegaskan pangan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan.

"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah, peradaban punah kalau tidak ada makan," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apple Vs Pencipta ChatGPT Panas, Eks Karyawan Dapat Surat Peringatan
• 16 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Intip Serunya Live Teppanyaki di HANA Japanese Fusion Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya 
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Pemerintah Gelontorkan Tambahan Anggaran Rp 209 Miliar untuk ASDP dan Pelni 
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
300 Jiwa Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah, Pemerintah Salurkan Bantuan
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Kapal Induk Guiseppe Garibaldi Hibah Italia akan Tiba di Indonesia 20 September
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.