Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara Anak Usaha PLN, 3 Orang ditetapkan Tersangka

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Dugaan rasuah tersebut terjadi pada periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. 

Kasus Korupsi Pembiayaan Pengadaan Batu Bara Anak Usaha PLN, 3 Orang ditetapkan Tersangka

IDXChannel—Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri mengungkap kasus dugaan korupsi fasilitas pembiayaan invoice financing oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) kepada PT Bintang Abadi Sampurna dalam proyek pengadaan batu bara untuk PT PLN Batubara.  

Kabag Ops Kortas Tipikor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi mengungkapkan bahwa dugaan rasuah tersebut terjadi pada periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2020. 

Baca Juga:
Presiden Prabowo Akan Kurangi Anggaran TNI-Polri untuk Atasi Kemiskinan dan Kelaparan

Menurutnya, perkara ini menjadi perhatian serius karena menyangkut pengelolaan dana perusahaan milik negara yang seharusnya digunakan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik. 

Yusuf menekankan, penyalahgunaan kewenangan dalam proses pembiayaan tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang signifikan, sekaligus mencederai tata kelola investasi BUMN.

Baca Juga:
Polri Bongkar Sawmill Ilegal di Kampar, Ratusan Batang Kayu Olahan Disita

Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dan menahannya. Ketiga tersangka itu adalah: IT, selaku Investment Manager PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero); dan FSN, selaku Kepala Divisi Operasional PT Bintang Abadi Sempurna.

Sementara itu, tersangka FH, selaku Direktur PT Bintang Abadi Sempurna, saat ini telah berstatus narapidana dalam perkara lain dan sedang menjalani pidana di Lapas Salemba.

Baca Juga:
Polri Beberkan Alasan Libatkan FBI untuk Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Eks Jampidsus Febrie

"Sehingga penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka sebagai bagian dari proses penegakan hukum sebelum pelimpahan tahap 2 kepada Kejaksaan," ujar Yusuf. 

Yusuf menjelaskan, dalam penyidikan kasus ini didapatkan fakta bahwa fasilitas pembiayaan senilai Rp50 miliar diberikan kepada PT BAS melalui skema invoice financing. 

"Namun, dalam pelaksanaannya, dana akhirnya dicairkan mencapai sekitar Rp67,31 miliar rupiah melalui delapan kali pencairan," ucapnya.

Kemudian, kata Yusuf, penyidik menemukan serangkaian penyimpangan mendasar. Pertama, proses due diligence dan analisis risiko tidak dijalankan sebagaimana mestinya. 

"Rekomendasi untuk melaksanakan verifikasi langsung kepada PT PLN Batubara tidak dilaksanakan, padahal hal-hal tersebut merupakan prosedur wajib sesuai SOP internal PT PPA," paparnya. 

Kemudian, kedua, dokumen invoice dan dokumen pendukung tidak diverifikasi keabsahannya. Namun, tetap dinyatakan telah memenuhi persyaratan sehingga menjadi dasar pencairan dana.

Ketiga, pengawasan terhadap mekanisme cash collateral diabaikan, sehingga pencairan tetap dilakukan meskipun persyaratan jaminan tidak terpenuhi.

Kemudian keempat, pada pencairan tahap-tahap akhir diduga dilakukan rekayasa rekening koran atau bank statement agar seolah-olah saldo rekening jaminan masih mencukupi, padahal kenyataannya tidak.

"Dokumen yang diduga dipalsukan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pencairan dana berikutnya. Dengan kata lain, perkara ini bukan semata-mata kesalahan administratif, melainkan merupakan rangkaian tindakan yang diduga dilakukan secara sadar, terstruktur, sengaja, dan saling berkaitan, sehingga mengakibatkan dana negara dicairkan tanpa dasar yang sah," tutup Yusuf.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara Tewas Diduga Loncat dari Lantai 46 Apartemen di Jaksel Pernah Tinggal Sebulan
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Chandra Asri Siapkan Pabrik Kimia Tahap II, Investasi Capai Rp 18 Triliun
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Juara Piala Dunia 2026, Tim Spanyol Menjadi Juara Pertama yang Dianugerahi Cincin Kejuaraan Bergaya Amerika 
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Bahlil Tegaskan Koperasi Tetap Diprioritaskan Dapat Izin Tambang Usai Putusan MK
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Polusi Udara Jakarta Terburuk di RI Pagi Ini, Kelompok Sensitif Diimbau Waspada
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.