Kekeringan Meluas dan Mulai Berdampak ke Pertanian

republika.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mohammad Yadi Sofyan Noor mengatakan sejumlah wilayah pertanian mulai terdampak kekeringan seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Wilayah tersebut tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Selatan.

Di Jawa Barat, daerah yang mulai terdampak berada di Kabupaten Indramayu dan Subang. Sementara di Jawa Tengah, Kabupaten Purworejo masih relatif aman karena didukung sistem irigasi teknis dan ketersediaan sumber air. Adapun di Kalimantan Selatan, wilayah yang mulai terdampak meliputi Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu Pagatan.

Baca Juga
  • BPBD Salurkan 3 Juta Liter Air Bersih ke 15 Kabupaten/Kota yang Kekeringan
  • Kekeringan Meluas, BPBD Jateng Distribusikan 3 Juta Liter Air Bersih
  • Kekeringan Meluas, BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan

"Untuk menghadapi dampak kekeringan, KTNA sudah terbiasa beradaptasi. Kalau masih ada sumber air maka kita gunakan mesin pompa air yang sudah tersedia," kata Sofyan kepada Republika, Senin (20/7/2026).

Menurut dia, apabila sumber air mulai terbatas, petani memanfaatkan sumur-sumur dalam sebagai alternatif. Jika sumber air benar-benar mengering, kebutuhan air dipenuhi menggunakan mobil tangki secukupnya. Langkah tersebut dilakukan agar tanaman tetap memperoleh pasokan air di tengah musim kemarau.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya membeberkan berbagai langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau dan ancaman El Nino. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan strategi tersebut dilakukan agar produksi pangan nasional tetap terjaga.

Menurut dia, mitigasi dilakukan melalui sistem informasi peringatan dini (Si-PERDITAN), penguatan infrastruktur air, pompanisasi, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan benih tahan kekeringan, hingga koordinasi intensif dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Petani memasang mesin pompa air untuk mengalirkan air ke lahan sawahnya dari embung yang mulai mengering di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Ahad (12/7/2026). Petani yang menggarap lahan sawah tadah hujan di daerah itu mengaku mulai kesulitan mendapatkan air irigasi saat memasuki musim kemarau. - (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)

"Data menunjukkan upaya mitigasi yang kita lakukan berjalan efektif. Luas puso akibat El Nino hingga Juli 2026 sekitar 12 ribu hektare, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2015 yang mencapai sekitar 217 ribu hektare. Artinya, kesiapsiagaan pemerintah semakin kuat dan produksi pangan nasional tetap dapat kita jaga," kata Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, beberapa hari lalu.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau, Kementan juga mempercepat penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti pompa air, traktor, rice transplanter, serta berbagai sarana pendukung lainnya agar produktivitas lahan pertanian tetap optimal di berbagai daerah.

Sudaryono mengatakan langkah mitigasi tersebut ditujukan untuk menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga produktivitas lahan di tengah ancaman perubahan iklim. Pemerintah akan terus memperkuat kesiapsiagaan agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transmisi Energi adalah Infrastruktur Ekonomi Baru Indonesia
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Cuaca Jawa Timur Diprakirakan Cerah Hari Ini, Wilayah Perairan Berawan
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Demi Obati Rindu, Istri Pilih Tidur Pakai Bantal Mendiang Temon
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo: Kopdes Merah Putih Ini Niatnya untuk Hilangkan Rentenir!
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Bakal Punya Dua Rumah Sakit Berstandar Internasional, Singkawang Dilirik Investor
• 19 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.