Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin jalannya Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7).
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para Utusan Khusus Presiden, serta pimpinan lembaga tinggi negara.
Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan agenda tengah tahun guna menyongsong peringatan HUT RI ke-81 sekaligus menandai dua tahun masa kepemimpinannya.
Presiden menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk memetakan capaian program serta mencari solusi atas kebijakan yang masih tersendat.
"Menjelang dua tahun kita telah bekerja sangat keras, sangat padat. Dengan bekerja sangat keras dan padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita," ujar Presiden Prabowo.
Meskipun dihadapkan pada situasi global yang tidak menentu, Kepala Negara meminta jajarannya untuk tetap teguh dan fokus dalam menuntaskan persoalan bangsa.
Ia menggarisbawahi bahwa evaluasi ini bukan untuk mencari celah kesalahan atau membanding-bandingkan dengan era sebelumnya, mengingat setiap periode memiliki tantangan tersendiri.
Presiden mengingatkan bahwa mandat yang diterima oleh para menteri dan pimpinan lembaga adalah untuk memecahkan masalah rakyat.
Fokus utama pemerintah tetap pada isu-isu krusial seperti kesejahteraan guru yang masih rendah, minimnya lapangan kerja, kemiskinan ekstrem, hingga masalah ketimpangan ekonomi.
Prabowo secara jujur mengakui bahwa beberapa hambatan yang ditemui di lapangan ternyata jauh lebih kompleks dari estimasi awal, terutama adanya distorsi ekonomi akibat praktik dagang yang curang.
Pemerintah pun berkomitmen tegas untuk menghentikan segala bentuk kebocoran demi menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi kinerja timnya yang telah berhasil menuntaskan berbagai kendala dalam waktu relatif singkat.
"Hitungan terakhir, ada 108 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," ungkapnya.
Kendati demikian, Prabowo memberikan pesan khusus agar seluruh anggota kabinet tetap membumi dan tidak jemawa atas hasil yang dicapai.
"Kita tidak mau menepuk-nepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala dan tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya ojo dumeh. Kalau kita berprestasi harus kita akui kalau kita berprestasi," tegas Presiden Prabowo.




