Presiden Prabowo Subianto menekankan salah satu tujuan utama pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih adalah menghapus praktik rentenir yang selama ini membebani petani.
Menurutnya, rentenir mengenakan bunga hingga sekitar 1 persen per hari sehingga menyulitkan petani untuk meningkatkan kesejahteraannya.
“Tujuannya (Kopdes Merah Putih) itu kita menemukan rantai pasok ini bisa memicu menghemat ratusan ribu triliun rupiah,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Ia pun menyinggung hasil riset Kementerian Pertanian, di mana selama ini rantai distribusi bahan pokok terdiri atas petani, pengumpul, distributor, subdistributor, grosir, hingga ritel sebelum akhirnya sampai ke konsumen.
Ia menyebut hasil riset tersebut menunjukkan para pelaku di mata rantai distribusi atau tengkulak (middleman) mengambil margin sekitar 30 persen hingga 40 persen, dengan nilai mencapai sekitar Rp 313 triliun.
“Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30 persen, sepertiga, yang 40 persen dinikmati oleh middleman. Ya, sulit untuk ada kemakmuran,” tutur Prabowo.
Melalui Kopdes Merah Putih, Prabowo mengatakan margin distribusi ditargetkan dapat ditekan menjadi sekitar 5 persen hingga 10 persen.
“Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup berarti sisanya bisa dinikmati petani,” lanjutnya.
Prabowo juga menilai apabila sekitar Rp 250 triliun dapat beredar langsung di masyarakat, maka hal tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang besar.
“Jadi, ini saya kira sangat strategis tentunya usaha besar pasti banyak kekurangan sama dengan MBG (Makan Bergizi Gratis) ada kekurangan, ada penyelewengan, kita segera bertindak. Kita segera perbaiki,” ucap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan saat ini pemerintah telah mulai mengoperasikan sekitar 1.000 Kopdes Merah Putih yang telah berjalan sekitar satu setengah bulan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam operasinya.
“Kita sudah mulai 1.000 Koperasi Desa Merah Putih, tentunya baru 1,5 bulan beroperasi banyak kekurangan ada yang listriknya, airnya, internet,” sebutnya.
Ia menegaskan koperasi tersebut bukan hanya berdiri secara administratif, melainkan benar-benar beroperasi dengan didukung berbagai fasilitas, seperti gudang penyimpanan, ruang pendingin agar hasil panen petani tidak rusak, truk operasional yang akan disediakan secara bertahap, gerai penjualan obat generik murah, hingga bengkel.
“Tiap koperasi akan punya bengkel, semua barang-barang subsidi adalah milik rakyat tidak boleh diperdagangkan,” imbuhnya.
Prabowo mengatakan melalui Kopdes ini untuk pertama kalinya Indonesia akan memiliki jaringan rantai pasok ritel yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa. Prabowo melanjutkan, sistem tersebut akan memperkuat pengendalian distribusi barang, mencegah praktik penimbunan komoditas, serta membuat pemerintah lebih cepat dan efektif dalam mengendalikan inflasi.





