Prabowo Heran Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Kok Bisa Minyak Goreng Langka?

disway.id
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya kelangkaan minyak goreng selama berminggu-minggu. Ia menilai hal ini tak masuk akal.

Sebab, kata dia, Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

"Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng. Sesuatu yang tidak masuk akal," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026.

BACA JUGA:Prabowo: Pemimpin Indonesia Selama Ini Kerap Ditakut-takuti Rating Agency

Keheranan Prabowo itu sekaligus menyinggung adanya praktik penyimpangan dalam tata niaga komoditas, termasuk kelapa sawit.

Ia mengungkapkan praktik seperti under-invoicing, transfer pricing, hingga penyelundupan telah menyebabkan kebocoran kekayaan negara mencapai ratusan miliar dolar AS setiap tahun.

"Saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita. Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita. Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik-praktik under-invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, dan penyelundupan," jelas Prabowo.

BACA JUGA:Prabowo Ancam Cabut HGU, HGB hingga IUP yang Mangkrak 6 Bulan

Menurut Prabowo, praktik-praktik tersebut tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga mengganggu tata niaga komoditas strategis, termasuk kelapa sawit yang menjadi andalan ekspor Indonesia.

Ia menilai kondisi itu menjadi ironi mengingat Indonesia merupakan

Prabowo mengatakan berbagai penyimpangan tersebut telah lama diketahui, baik berdasarkan data lembaga internasional maupun oleh pelaku ekonomi di dalam dan luar negeri.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola agar kebocoran kekayaan negara dapat dihentikan.

BACA JUGA:Sumardji Bocorkan Kondisi Terbaru Timnas Indonesia Anak Asuh John Herdman Jelang Piala AFF 2026

Menurutnya, pembenahan tata niaga komoditas, termasuk sawit, menjadi langkah penting untuk memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dinikmati secara optimal oleh Indonesia, termasuk melalui harga yang lebih sehat bagi petani dan industri domestik.

Prabowo menegaskan pemerintah mendapat mandat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia pun mengklaim dalam kurun waktu pemerintahannya sejumlah masalah mendasar mulai berhasil dibenahi.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Thunder kumpulkan tujuh pick putaran kedua usai rombak susunan tim
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Fun Run Spesial kumparanMOM Festival Hari Anak 2026, Daftar Sekarang!
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Prospek Cuaca BMKG 21 27 Juli 2026: Sulteng Siaga Hujan Lebat, Risiko Karhutla Meluas akibat Kemarau
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Air Bersih Akhirnya Mengalir di Retraen, Ary Buraen Kawal Aspirasi Warga hingga Tuntas
• 2 jam laluokezone.com
thumb
63% Subsidi Energi Dinilai Meleset, Perlu Penataan Mendesak
• 23 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.