Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyayangkan kericuhan yang melibatkan dua kader Partai Golkar di DPRD Riau. Doli bahkan menilai peristiwa tersebut memalukan.
“Melihat peristiwa yang terjadi 2 hari yang lalu di DPRD, saya atau kami semua cukup menyayangkan dan sebenarnya peristiwa itu cukup memalukan. Ada perseteruan yang menyinggung urusan pribadi pada saat bahasan anggaran yang itu untuk kepentingan orang banyak, untuk kepentingan rakyat di Riau,” kata Doli saat dikonfirmasi, Senin (20/7).
Atas kejadian tersebut, Doli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau, yang merasa tidak nyaman dengan insiden tersebut. Ia pun telah meminta jajaran pengurus Golkar di Riau untuk segera mengambil langkah menyelesaikan persoalan kedua kader tersebut.
“Jadi pertama, atas kejadian itu kami atas nama Partai Golkar tentu mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Riau pasti yang tidak nyaman dengan kejadian itu,” ujar Doli.
Doli berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara damai sehingga tidak kembali memicu keterlibatan para pendukung kedua belah pihak.
“Dan terhadap peristiwa itu, kami juga sudah meminta pimpinan Partai Golkar di Riau untuk segera mengambil langkah-langkah mempertemukan dua kader anggota DPRD dari Partai Golkar itu untuk bisa segera menyelesaikan urusannya berdamai dan kemudian tidak lagi melibatkan massa pendukung masing-masing,” katanya.
Minta yang Cedera DitanganiSelain itu, Doli juga menyoroti adanya korban dalam kericuhan tersebut, terutama petugas keamanan yang mengalami cedera. Ia meminta DPD Golkar di Riau memberikan perhatian terhadap para korban.
“Dan terhadap anggota masyarakat yang terkena langsung, ada yang cedera, terutama petugas keamanan di kantor DPRD. Tentu kami meminta supaya jajaran Partai Golkar punya perhatian untuk mereka segera bisa ditangani oleh rumah sakit dan bisa sembuh dengan segera,” ucapnya.
Sebelumnya, suasana Gedung DPRD Provinsi Riau yang biasanya kondusif mendadak ricuh pada Kamis (16/7/2026) siang. Bentrokan antarpendukung dua anggota DPRD Riau pecah usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Aksi saling pukul hingga pelemparan barang terjadi di ruang rapat dan lobi Gedung DPRD Riau.
Karena situasi tidak lagi kondusif, pimpinan rapat memutuskan menskors jalannya rapat. Setelah rapat dilanjutkan dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB, situasi kembali memanas.
Perdebatan kedua legislator kembali terjadi dan dengan cepat memicu bentrokan antarpendukung.
Aksi saling pukul, saling maki, hingga pelemparan barang pun tak terhindarkan. Sejumlah barang, termasuk asbak yang berada di ruang rapat, dilaporkan sempat dilempar saat bentrokan berlangsung.





