Mengintip Gurita Bisnis DEWA seusai Tambah 3 Anak Usaha

katadata.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

Emiten Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mulai memperluas portofolio usaha di luar bisnis utama sebagai kontraktor pertambangan. Perseroan menambah tiga lini usaha baru, yakni kelistrikan, infrastruktur kepelabuhanan, serta pariwisata dan perhotelan yang melengkapi bisnis-bisnis perseroan yang telah dibangun sebelumnya.

Langkah tersebut menandai babak baru diversifikasi bisnis DEWA yang selama ini fokus pada penyediaan jasa kontraktor pertambangan batu bara dan mineral. Untuk mendukung ekspansi tersebut, DEWA telah mendirikan tiga anak perusahaan baru, yakni PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality.

“Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha (going concern) perseroan dalam jangka panjang dengan menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperluas peluang dalam memperoleh proyek-proyek baru di masa mendatang,” tulis manajemen DEWA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Senin (20/7).

Secara lebih terperinci, PT DH Listrik didirikan untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik, termasuk berbagai aktivitas penunjang ketenagalistrikan lainnya. Kepemilikan saham DH Listrik terdiri atas PT DH Investindo sebesar 99,9% dan PT Cipta Multi Prima sebesar 0,1%.

Sementara itu, PT DH Infrastruktur akan bergerak di bidang pelayanan kepelabuhanan laut, pergudangan dan penyimpanan, angkutan laut dalam negeri untuk barang umum dan khusus serta jasa terkait transportasi perairan dan darat. Struktur kepemilikan DH Infrastruktur sama dengan DH Listrik, yakni PT DH Investindo sebesar 99,9% dan PT Cipta Multi Prima sebesar 0,1%.

Adapun PT DH Arunika Hospitality didirikan untuk mengembangkan bisnis pariwisata dan hospitality. Kegiatan usahanya mencakup jasa manajemen akomodasi, hotel, jasa boga dan penyediaan makanan, kebersihan umum, konsultasi manajemen dan bisnis pariwisata, konsultasi manajemen dan bisnis perdagangan serta penyediaan tenaga kerja sementara dan sumber daya manusia lainnya.

DH Arunika Hospitality dimiliki secara langsung oleh PT Darma Henwa Tbk sebesar 99,9% dan PT Cipta Multi Prima sebesar 0,1%.

Mengintip Gurita Bisnis DEWA

Saat ini, Darma Henwa dan entitas anak atau Grup Darma Henwa masih menjalankan bisnis utama di bidang jasa kontraktor pertambangan batu bara dan mineral secara terintegrasi.

Namun dengan entitas anak yang dibangunnya, perseroan bergerak makin jauh di berbagai bidang usaha, mulai dari perdagangan, investasi, pertambangan, hingga kelistrikan, infrastruktur dan hospitality. Diversifikasi tersebut menunjukkan bahwa bisnis DEWA semakin berkembang menjadi gurita. 

Perseroan saat ini menyediakan layanan pertambangan dari hulu hingga hilir yang didukung teknologi, armada dan kapabilitas teknis. Sejumlah proyek yang tengah berjalan antara lain layanan pertambangan batu bara untuk PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal, serta kegiatan eksplorasi emas dan tembaga melalui PT Gayo Sumber Daya Mineral.

Selain tiga anak usaha baru tersebut, DEWA sebelumnya sudah memiliki sejumlah entitas anak yang mendukung berbagai lini bisnis perseroan. Sebut saja PT DH Kontraktama Batubara yang bergerak di bidang pengelolaan proyek dan jasa kontraktor pertambangan batu bara. Sementara itu, PT Gayo Sumber Daya Mineral menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi mineral, termasuk emas dan tembaga.

DEWA juga memiliki PT DH Investindo yang berperan sebagai perusahaan investasi dan kendaraan bisnis untuk menguasai serta menaungi sejumlah entitas anak usaha lainnya.

Di sisi lain, PT DH Tradingcorp bergerak di bidang perdagangan umum, pengadaan, dan distribusi yang mendukung operasional grup. PT DH Kantraktama disiapkan untuk mendukung ekspansi jasa kontraktor di berbagai wilayah.

Kemudian, PT Cipta Multi Prima bergerak di bidang jasa pembangunan, perbengkelan, perdagangan, dan pengangkutan darat. PT DH Service menjalankan kegiatan reparasi dan pemeliharaan mesin serta menyediakan layanan pendukung untuk sektor pertambangan dan penggalian.

DEWA juga memiliki PT Sabina Mahardika yang bergerak di bidang pertambangan, terutama emas dan mineral di wilayah Aceh. Sementara itu, PT Rocky Investments Group bergerak di bidang investasi, manajemen portofolio, dan konsultasi keuangan.

Dengan penambahan tiga lini bisnis baru tersebut, DEWA mulai memperluas sumber pendapatan di luar sektor pertambangan. Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan perseroan terhadap siklus komoditas sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor kelistrikan, infrastruktur dan hospitality.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 21 Juli 2026, Galeri24 Rp2.585.000 per gram
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
RI-Singapura Resmikan Kabel Nongsa-Changi, Jadi Salah Satu Koneksi Digital Tercepat di ASEAN
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Rawan Tertekan, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.939 per Dolar AS
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Bahlil Tegaskan RI Sudah Mulai Impor Minyak Mentah dari Rusia
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming China Open 2026: Ada 5 Wakil Indonesia Main, Putri KW Hingga Raymond/Joaquin
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.