Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, memastikan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan pemerintah Italia ke Kementerian Pertahanan RI bukan ditujukan untuk perang.
“Yang jelas ini tentu bukan misi untuk perang. Kalau anu ya mana dikasih. Ya lebih mungkin untuk jaga perbatasan di luar dan untuk momen-momen tertentu helikopter mendarat di sana,” ujarnya usai rapat tentang hibah kapal ini bersama Kemhan di DPR, Senin (20/7).
“Ya kita juga bangga punya seperti ini. Komisi I berterima kasih kepada pemerintah Italia,” tambahnya.
Ia menilai, dengan adanya kapal ini di Indonesia, para militer maritim Indonesia dapat belajar lebih dalam soal teknologi pertahanan laut.
“Saya berpendapat harusnya pelaut-pelaut kita, ahli-ahli soal angkatan kapal, belajar. Ini kan langsung know-how. Ilmunya langsung kita dapat,” ujar Utut.
“Sebelumnya kita hanya dapat cerita, ini kita naikin, kita lihat kekurangannya. Ini produk 40 tahun lalu seperti ini, ke depan seperti apa? Kalau ini tenaganya mungkin dari solar atau dari minyak tanah, itu apa namanya? Kerosene. Bagaimana kalau nuklir? Nah, itu. Tantangan ke depan kan harus lebih oke,” tambahnya.
Rencana hibah kapal ini pun telah disetujui Komisi I. Persetujuan itu akan dilaporkan di rapat paripurna DPR besok untuk disahkan.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi sendiri direncanakan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Kapal tersebut akan bersandar di Teluk Ratai, Lampung, yang saat ini tengah disiapkan sebagai pangkalan dengan progres pembangunan mencapai 76%.





