Liputan6.com, Jakarta - Forbes telah merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2026. Dalam daftar terbaru ini, masuk beberapa nama pengusaha Indonesia dalam list orang paling kaya dunia.
Tahun ini mencatat rekor jumlah miliarder yang mencapai 3.428 orang, yang terdiri dari pengusaha, investor, hingga ahli waris.
Advertisement
Peningkatan jumlah miliarder ini didorong oleh ledakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), pertumbuhan pasar yang pesat, serta kebijakan fiskal yang menguntungkan, sehingga jumlah orang kaya meningkat lebih dari 400 dibandingkan tahun 2025.
Berikut daftar orang 10 terkaya berdasarkan data Forbes.Posisi pertama, pendiri Barito Pacific, Prajogo Pangestu, menjadi orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$ 28,6 miliar atau sekitar Rp 513 triliun dan berada di peringkat ke-84 dunia.
Posisi kedua, ditempati pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, dengan kekayaan US$ 20,2 miliar atau peringkat ke-131 dunia. Pengusaha kelahiran Singapura yang dijuluki 'Raja Batu Bara' ini merupakan pendiri Bayan Resources, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.
Posisi ketiga dan empat, pendiri Grup Djarum, R. Budi Hartono, berada di posisi ketiga dengan harta US$ 19,6 miliar, disusul mendiang Michael Hartono di peringkat keempat dengan kekayaan US$ 18,9 miliar.
Posisi kelima ditempati Chairman Salim Group Anthoni Salim dengan total kekayaan US$ 13,1 miliar. Pengusaha ini memimpin Salim Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia yang memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, ritel, perbankan, telekomunikasi, hingga energi. Di bawah kepemimpinannya, Salim Group terus memperluas jaringan bisnis baik di dalam maupun luar negeri.
Posisi keenam, terdapat pendiri Mayapada Group Tahir dan keluarga dengan kekayaan US$ 10,6 miliar. Pendiri Mayapada Group ini membangun kerajaan bisnis yang merambah berbagai sektor, mulai dari perbankan, layanan kesehatan, media, hingga properti.
Posisi tujuh, pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri yang memiliki harta US$ 9,4 miliar. Dengan harta tersebut menjadikannya salah satu tokoh terkaya dari sektor teknologi. Dijuluki sebagai salah satu pelopor pusat data (data center) di Indonesia, Otto Toto Sugiri mendirikan perusahaan tersebut pada 2011 dan mengembangkannya menjadi salah satu operator pusat data terbesar di Indonesia.
Posisi delapan, pendiri Indorama Corporation Sri Prakash Lohia berada di posisi kedelapan dengan kekayaan US$ 8,6 miliar. Pengusaha kelahiran India ini membangun sebagian besar kekayaannya dari bisnis pupuk dan polimer.
Posisi sembilan, Presiden Komisaris DCI Indonesia, Marina Budiman menempati posisi kesembilan dengan total kekayaan US$ 6,7 miliar. Bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, ia mendirikan DCI Indonesia pada 2011 dan membawa perusahaan tersebut menjadi salah satu operator data center terbesar di Indonesia.
Posisi sepuluh, ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan US$ 6,4 miliar. Pengusaha ini bersama keluarganya menguasai mayoritas saham Bumitama Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tercatat di Bursa Singapura dengan seluruh perkebunannya berlokasi di Indonesia.




