Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, apabila tren harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan. Namun, pemerintah masih akan mengevaluasi pergerakan harga energi global sebelum mengambil keputusan.
Hal itu disampaikan Bahlil usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna dan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menanggapi pertanyaan mengenai peluang harga Pertamax turun pada bulan depan, Bahlil mengatakan bahwa pemerintah masih menghitung perkembangan harga minyak internasional dan akan berkoordinasi dengan seluruh badan usaha penyedia BBM.
"Kita akan melihat. Saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan," kata Bahlil.
Menurut dia, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena harga minyak dunia masih berfluktuasi dalam waktu yang relatif singkat.
"Karena kita tahu kan bahwa kadang-kadang harga hari ini naik, besok turun. Enggak sampai 2 hari naik lagi," ujarnya.
Baca Juga
- Harga BBM Terbaru 13 Juli 2026, Ini Daftarnya
- Harga Pertamax Naik, Konsumen Serbu Pertalite
- Daftar Harga BBM 22 Juni 2026, Selisih Pertamax dan Pertalite Kian Lebar
Oleh sebab itu, Kementerian ESDM tengah mencari formulasi harga yang dinilai adil, baik bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi maupun pelaku usaha di sektor migas.
"Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20%. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan," katanya.
Dia juga kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Sudah barang tentu kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi insyaallah enggak ada kenaikan sama sekali," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengungkapkan dirinya juga melaporkan kondisi sektor energi kepada Presiden Prabowo dalam rapat lanjutan usai Sidang Kabinet Paripurna.
Salah satu laporan yang disampaikan adalah mengenai kondisi stok BBM nasional yang disebut berada di atas batas minimum operasional.
"Saya melapor tentang kondisi BBM kita terkini dan alhamdulillah semuanya di atas rata-rata standar minimum," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan kerja sama pengadaan minyak mentah dan BBM dengan sejumlah negara berjalan sesuai rencana sehingga pasokan energi diproyeksikan aman hingga akhir tahun.
"Saya juga melaporkan tentang kerja sama kita dengan beberapa negara terkait dengan crude BBM. Alhamdulillah kita juga clear sampai dengan insyaallah akhir tahun enggak ada masalah," kata Bahlil.





