PADANG, KOMPAS.TV - Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin mengatakan pelaku ledakan bom di MAN 3 Padang pada Selasa (14/7/2026) tidak terlibat jaringan terorisme.
Selain itu, Yasin menyebut, pelaku yang masih berusia 17 tahun tersebut juga bukan pelaku teror tunggal atau lone wolf.
Yasin menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pelaku. Setelah pemeriksaan oleh penyidik selesai, Senin (20/7), pelaku diketahui meledakkan bom akibat rasa penasaran dan kesal dnegan seseorang.
"Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku tidak terindikasi ataupun terafiliasi dengan jaringan terorisme," kata M Yasin di Padang, Senin (20/7).
"Jadi, pelaku ini juga bukan seorang lonely wolf, aksinya melakukan perakitan benda yang dapat meledak itu murni karena rasa ingin tahu."
Baca Juga: Fakta Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Dalami soal Pelaku Terinispirasi Bom di SMA Negeri 72
Yasin menambahkan, pelaku nekat meedakkan bom di pekarangan sekolah karena kesal terhadap seseorang. Peledakan ini disinyalir menjadi cara pelaku melampiaskan kekesalan sekaligus menunjukkan eksistensi di lingkungan sekolah.
Kepada penyidik, pelaku berinisial R mengaku menjadi korban perundungan sejak jenjang sekolah dasar hingga keas XII madrasah aliyah. R mengaku menjadi korban perundungan verbal dan non-verbal.
Saat ini, Kompol Yasin menuturkan, pihaknya masih melanjutkan penanganan kasus di MAN 3 Padang tersebut. Menurutnya, penyidik telah mengambil keterangan saksi di lokasi kejadian, termasuk perwakilan sekolah dan siswa.
"Kami akan menangani kasus ini secara profesional dan mendalam, dengan tetap mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi peristiwa," kata Yasin dikutip Antara.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- man 3 padang
- ledakan man 3 padang
- siswa ledakkan bom
- bom rakitan
- ledakan bom





