jpnn.com, TANGSEL - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkot Tangerang Selatan TB Asep Nurdin menyebut pihaknya serius memutus mata rantai stunting atau tengkes.
Caranya, kata dia, Pemkot Tangsel menggeser strategi penanganan tengkes ke arah hulu melalui pengawasan kesehatan ibu dan anak sejak masa pra-kehamilan.
BACA JUGA: Komunitas & LSM Jadi Garda Depan Edukasi Gizi Anak untuk Cegah Stunting
Menurut Asep, upaya itu mulai menunjukkan capaian positif dengan melihat data pada 2026 soal prevalensi stunting yang mengalami penurunan cukup signifikan.
"Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka stunting di Tangsel saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh 8,2 persen. Capaian ini sudah berada jauh di bawah rata-rata target nasional," kata dia kepada awak media, Senin (20/7).
BACA JUGA: Ahli Gizi Sepakat MBG Efektif untuk Memutus Rantai Stunting
Dia mengatakan Pemkot Tangsel saat ini memang gencar memeriksa secara berkala ibu hamil, memberi makanan tambahan, hingga pemantauan ketat di posyandu demi mencegah angka tengkes.
Pemkot Tangsel, lanjut Asep, bergerak secara lintas sektor dan melibatkan kader PKK hingga perangkat kecamatan serta kelurahan demi memastikan bantuan tepat sasaran.
BACA JUGA: BKKBN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Data Presisi Mempercepat Penurunan Stunting
Menurut Asep, Pemkot Tangsel terus melakukan akurasi data di lapangan demi menekan angka tengkes mencapai target nol kasus.
"Melalui integrasi data yang akurat dari tingkat posyandu hingga tingkat kota, kita bisa memetakan wilayah sebaran secara real-time. Digitalisasi ini mempermudah tim di lapangan untuk bergerak cepat dan memastikan tidak ada satu pun keluarga berisiko yang luput dari perhatian," ujar dia.
Asep juga menjelaskan bahwa Diskominfo Tangsel mengambil peran krusial dalam menyebarluaskan edukasi gizi secara digital agar menyasar generasi muda dan pasangan baru.
Pihaknya, kata dia, memanfaatkan berbagai platform multimedia untuk menyederhanakan informasi medis yang rumit terkait stunting agar lebih mudah dicerna masyarakat awam.
"Diskominfo gencar memproduksi konten edukasi berbasis video pendek, infografis, hingga podcast kesehatan yang bekerja sama dengan para dokter anak. Kami ingin literasi stunting ini masuk ke gawai setiap warga Tangsel," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangel Benyamin Davnie menyebut benteng pertama pencegahan tengkee ada pada kesiapan calon ibu sebelum kehamilan terjadi.
Oleh karena itu, kata Benyamin, edukasi bagi calon pengantin kini menjadi salah satu program yang paling intensif dilakukan.
"Dengan intervensi yang dilakukan sejak dini, kita berharap setiap anak di Tangerang Selatan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal," ujar Benyamin pada Selasa lalu.
Dia mengingatkan keberhasilan program menekan tengkes tidak hanya bertumpu pada fasilitas yang disediakan pemerintah, melainkan kesadaran masyarakat.
Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta keaktifan orang tua membawa balita ke posyandu menjadi kunci utama yang tidak boleh diabaikan.
"Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan," kata dia. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Demi Tekan Angka Stunting, Tangsel Andalkan Kader Ngider Sehat Premium & Posyandu
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




