Kulon Progo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setempat yang terdampak musim kemarau. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa, mengatakan distribusi air bersih tersebut telah berjalan sejak awal Juli 2026.
"Hingga saat ini, kami telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik yang mulai mengalami kesulitan akses air. Sejauh ini ada sebanyak 10 tangki air bersih yang kami salurkan ke warga yang membutuhkan. Setiap tangki memiliki kapasitas tampung 5.000 liter," kata Budi di Kulon Progo, Senin, 20 Juli 2026, melansir Antara.
Ia mengatakan permintaan bantuan air bersih datang dari warga di Padukuhan Clapar I, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap serta Padukuhan Sonyo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. Warga di wilayah tersebut umumnya bergantung pada air sumur yang kini mulai mengering akibat kemarau.
Baca Juga :
BPBD Tasikmalaya Pasok Air Bersih untuk 16.869 Jiwa Terdampak Kemarau"Sebagai contoh, di Kalurahan Kalirejo yang sebelumnya menjadi langganan distribusi air, saat ini sudah aman dari kekeringan berkat adanya pembangunan jaringan air bersih," jelas dia.
Untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, Pemkab Kulon Progo telah berkomitmen memberikan dukungan melalui penambahan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT).
Pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau di Karawang. (ANTARA/Ali Khumaini)
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono mengatakan pihaknya berencana menambah alokasi BTT dari Rp3 miliar menjadi Rp4 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Penambahan dana ini sebagai langkah antisipasi kebencanaan, termasuk kekeringan.
"Kami alokasikan tambahan BTT sebagai salah satu bentuk antisipasi terhadap bencana kekeringan," kata dia.
Ia mengatakan dana BTT tersebut baru dapat dicairkan untuk program distribusi air bersih setelah Bupati Kulon Progo menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan melalui surat keputusan resmi. BPBD Kulon Progo memiliki alokasi mandiri 20 tangki air bersih untuk penanganan kekeringan tahun ini.
"Selain itu, dukungan distribusi air juga dipastikan datang dari Dinas Sosial DIY, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pihak swasta, hingga sejumlah perguruan tinggi untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih yang memadai," ungkap dia.




