Bisnis.com, MAKASSAR — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memacu penyelesaian proyek infrastruktur ketenagalistrikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTU Palu 3–Tambu di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang kini resmi memasuki tahap penarikan perdana konduktor (first stringing).
Pencapaian tahap ini menjadi milestone penting dalam rangkaian konstruksi jaringan transmisi menuju target pengoperasian komersial pada akhir 2026.
Secara teknis, jaringan SUTT 150 kV ini membentang sepanjang 71 kilometer (km) dan ditopang oleh 200 unit menara transmisi. Kehadirannya dirancang untuk menyalurkan daya secara optimal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu 3 menuju wilayah Tambu dan sekitarnya, sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik di Sulawesi Tengah.
Setelah pelaksanaan first stringing, PLN akan melanjutkan penyelesaian penarikan konduktor, pemasangan perlengkapan jaringan transmisi, pengujian dan commissioning, hingga pembebanan tegangan perdana (energize) sebelum resmi dioperasikan.
General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha menyampaikan pencapaian ini merupakan komitmen perseroan dalam mempercepat penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan strategis di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, beroperasinya jaringan transmisi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan penyaluran energi dari PLTU Palu 3 dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Tambu, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi ketergantungan pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki biaya bahan bakar tinggi.
Baca Juga
- PLN Kebut Pembangunan 1.844,13 Kms Tol Listrik di Sulbagsel
- Cara Dapat Diskon Listrik PLN 50% Juli 2026 via Aplikasi PLN Mobile
- Program Listrik Desa 2026 Bidik 2.792 Lokasi, Ini Tantangannya
"Kami berharap seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar sehingga jaringan ini dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Tengah," ujar Aditya dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Kolaborasi Bangun TransmisiManager PLN Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tengah Qadri mengungkapkan keberhasilan memasuki fase tersebut merupakan hasil sinergi antara perseroan, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Pihaknya berkomitmen memastikan seluruh proses penyelesaian proyek, termasuk pemenuhan hak-hak masyarakat di sepanjang jalur transmisi, dilaksanakan secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penyediaan ruang bebas dan penyelesaian kompensasi dalam proyek ini mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 13/2025 tentang Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.
"Masuknya proyek ke tahap first stringing merupakan hasil kerja bersama. Dukungan seluruh pihak sangat penting dalam memastikan penyediaan ruang bebas dan pekerjaan konstruksi dapat berjalan sesuai rencana," ungkap Qadri.
Percepatan pembangunan proyek ini turut didukung Pemerintah Kabupaten Donggala. Bersama PLN, pemerintah daerah secara intensif melakukan sosialisasi mengenai manfaat jaringan transmisi, memfasilitasi dialog publik, serta memitigasi potensi kendala sosial di lapangan.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni menegaskan pembangunan jaringan transmisi merupakan kepentingan bersama yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh daerah dan masyarakat.
"Pembangunan jaringan transmisi ini bukan hanya menjadi kepentingan PLN, melainkan kepentingan bersama masyarakat Sulawesi Tengah. Pemerintah Kabupaten Donggala mendukung penuh proses komunikasi dan koordinasi agar pembangunan berjalan lancar dengan tetap memperhatikan dan memenuhi hak-hak masyarakat sesuai ketentuan," pungkas Vera.





