Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengusulkan bantuan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diberikan dalam bentuk material bangunan. Usulan ini menjadi alternatif pengganti bantuan tunai.
Presiden memerintahkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Sosial mengkaji usulan perubahan mekanisme penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut.
"Dengan mungkin kita tidak kasih uang, tapi kasih bahan. Kasih semen, kasih genteng, kasih kayu, atau kasih baja ringan dan sebagainya. Supaya lebih banyak yang menerima," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 20 Juli 2026.
Ilustrasi perumahan rakyat. Dok. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman
Baca Juga :
Menteri PKP Temui Seskab Bahas Target Renovasi 400 Ribu Rumah pada 2026Prabowo menginstruksikan Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengkaji kemungkinan penambahan jumlah penerima manfaat melalui penyesuaian nilai bantuan. Program BSPS telah menjangkau sekitar 400 ribu penerima manfaat dengan nilai bantuan Rp20 juta per rumah.




