Jakarta (ANTARA) - Mengatur keuangan menjadi keterampilan yang penting dimiliki setiap orang, terutama bagi pekerja dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR). Dengan pendapatan yang terbatas dan kebutuhan hidup yang terus meningkat, tidak sedikit orang merasa kesulitan membagi gaji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menabung.
Akibatnya, tabungan sering kali menjadi pos keuangan yang dikorbankan. Banyak orang memilih memenuhi kebutuhan yang dianggap lebih mendesak dan menunda menabung hingga merasa memiliki penghasilan yang lebih besar.
Padahal, menabung merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan. Dana yang disisihkan secara rutin dapat digunakan sebagai dana darurat, memenuhi tujuan keuangan tertentu, hingga menjadi modal untuk membangun kondisi finansial yang lebih stabil di masa depan.
Dengan perencanaan yang tepat, gaji UMR tetap dapat dikelola secara bijak sehingga kebutuhan sehari-hari terpenuhi tanpa mengabaikan tabungan.
Berikut delapan cara mengatur keuangan bagi pekerja bergaji UMR agar tetap bisa menabung.
1. Tetapkan target menabung yang realistis
Langkah pertama adalah menentukan target menabung yang sesuai dengan kondisi keuangan. Tidak perlu memaksakan nominal besar jika kemampuan finansial masih terbatas.
Target yang kecil tetapi dilakukan secara konsisten justru lebih efektif dibandingkan menetapkan target tinggi yang sulit dipenuhi. Dengan memiliki tujuan yang jelas, menabung akan menjadi kebiasaan yang lebih mudah dijalankan.
Baca juga: OJK akan atur ulang pengelolaan rekening dormant
2. Sisihkan tabungan sejak awal menerima gaji
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menunggu sisa uang di akhir bulan untuk ditabung. Cara ini justru membuat tabungan sering kali tidak terwujud karena gaji sudah habis digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Sebaiknya, sisihkan dana tabungan segera setelah gaji diterima. Dengan begitu, tabungan diperlakukan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar sisa dari pengeluaran bulanan.
Jika memungkinkan, manfaatkan fitur transfer otomatis ke rekening tabungan agar proses menabung menjadi lebih disiplin.
3. Buat anggaran keuangan bulanan
Menyusun anggaran merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan pengeluaran. Anggaran berfungsi sebagai panduan dalam menggunakan gaji agar setiap pos pengeluaran memiliki batas yang jelas.
Mulailah dengan mencatat kebutuhan pokok seperti biaya makan, transportasi, tempat tinggal, tagihan, dan tabungan. Setelah itu, alokasikan sisa dana untuk kebutuhan lainnya sesuai prioritas.
Dengan memiliki anggaran, pengeluaran akan lebih terkontrol dan risiko pemborosan dapat dikurangi.
Baca juga: Ini tips atur keuangan di 2025 untuk pekerja baru dan keluarga muda
4. Pastikan cicilan tidak melebihi 25 persen dari gaji
Jika memiliki utang atau cicilan, usahakan total pembayarannya tidak melebihi 25 persen dari pendapatan bulanan.
Beban cicilan yang terlalu besar dapat mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok, menabung, maupun berinvestasi.
Apabila saat ini jumlah cicilan sudah melebihi batas tersebut, prioritaskan untuk melunasinya secara bertahap. Susun rencana pembayaran yang realistis agar kondisi keuangan kembali sehat.
5. Sisihkan minimal 10 persen gaji untuk tabungan
Salah satu prinsip dasar dalam perencanaan keuangan adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung secara rutin.
Idealnya, alokasikan minimal 10 persen dari gaji setiap bulan sebagai tabungan. Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, namun konsistensi jauh lebih penting dibandingkan besarnya nominal.
Tabungan yang terkumpul secara rutin akan membantu membangun dana darurat sekaligus memberikan rasa aman ketika menghadapi kebutuhan tak terduga.
6. Belanja kebutuhan harian secara cermat
Pengeluaran sehari-hari dapat ditekan dengan membiasakan diri berbelanja secara bijak.
Bandingkan harga sebelum membeli barang, manfaatkan potongan harga atau promosi yang tersedia, serta buat daftar belanja agar tidak membeli barang di luar kebutuhan.
Berbelanja kebutuhan bulanan dalam jumlah tertentu juga umumnya lebih hemat dibandingkan berbelanja sedikit demi sedikit setiap hari. Selain itu, pasar tradisional dapat menjadi alternatif karena harga sejumlah bahan pokok biasanya lebih terjangkau dibandingkan supermarket.
Baca juga: Praktisi asuransi ungkap strategi atur keuangan jelang lebaran
7. Kurangi pengeluaran yang tidak penting
Pengeluaran kecil yang dilakukan secara berulang sering kali menjadi penyebab utama gaji cepat habis.
Evaluasi kembali kebiasaan konsumsi setiap bulan. Misalnya, mengurangi frekuensi makan di luar dengan memasak sendiri di rumah atau menghentikan sementara langganan layanan digital yang jarang digunakan.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu menghemat pengeluaran sehingga ada lebih banyak dana yang bisa dialokasikan untuk tabungan.
8. Gunakan transportasi umum bila memungkinkan
Biaya transportasi juga menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi sebagian pekerja.
Apabila tersedia akses transportasi umum yang memadai, beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum dapat menjadi pilihan yang lebih hemat.
Selain membantu mengurangi biaya bahan bakar, parkir, dan perawatan kendaraan, penggunaan transportasi umum juga lebih ramah lingkungan serta dapat mengurangi kemacetan dan polusi.
Mengatur keuangan dengan gaji UMR memang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Namun, dengan menetapkan target yang realistis, membuat anggaran, membatasi utang, serta membiasakan menabung sejak awal menerima gaji, kondisi keuangan dapat menjadi lebih sehat dan stabil.
Meskipun jumlah tabungan yang disisihkan setiap bulan tidak besar, kebiasaan menabung secara rutin akan memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai dana darurat maupun untuk mewujudkan berbagai tujuan keuangan di masa depan.
Baca juga: Siasat atur pengeluaran semasa nilai tukar rupiah melemah
Baca juga: Kiat atur alokasi dana dan kelola uang secara lebih terarah
Akibatnya, tabungan sering kali menjadi pos keuangan yang dikorbankan. Banyak orang memilih memenuhi kebutuhan yang dianggap lebih mendesak dan menunda menabung hingga merasa memiliki penghasilan yang lebih besar.
Padahal, menabung merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan. Dana yang disisihkan secara rutin dapat digunakan sebagai dana darurat, memenuhi tujuan keuangan tertentu, hingga menjadi modal untuk membangun kondisi finansial yang lebih stabil di masa depan.
Dengan perencanaan yang tepat, gaji UMR tetap dapat dikelola secara bijak sehingga kebutuhan sehari-hari terpenuhi tanpa mengabaikan tabungan.
Berikut delapan cara mengatur keuangan bagi pekerja bergaji UMR agar tetap bisa menabung.
1. Tetapkan target menabung yang realistis
Langkah pertama adalah menentukan target menabung yang sesuai dengan kondisi keuangan. Tidak perlu memaksakan nominal besar jika kemampuan finansial masih terbatas.
Target yang kecil tetapi dilakukan secara konsisten justru lebih efektif dibandingkan menetapkan target tinggi yang sulit dipenuhi. Dengan memiliki tujuan yang jelas, menabung akan menjadi kebiasaan yang lebih mudah dijalankan.
Baca juga: OJK akan atur ulang pengelolaan rekening dormant
2. Sisihkan tabungan sejak awal menerima gaji
Kesalahan yang sering dilakukan adalah menunggu sisa uang di akhir bulan untuk ditabung. Cara ini justru membuat tabungan sering kali tidak terwujud karena gaji sudah habis digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Sebaiknya, sisihkan dana tabungan segera setelah gaji diterima. Dengan begitu, tabungan diperlakukan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar sisa dari pengeluaran bulanan.
Jika memungkinkan, manfaatkan fitur transfer otomatis ke rekening tabungan agar proses menabung menjadi lebih disiplin.
3. Buat anggaran keuangan bulanan
Menyusun anggaran merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan pengeluaran. Anggaran berfungsi sebagai panduan dalam menggunakan gaji agar setiap pos pengeluaran memiliki batas yang jelas.
Mulailah dengan mencatat kebutuhan pokok seperti biaya makan, transportasi, tempat tinggal, tagihan, dan tabungan. Setelah itu, alokasikan sisa dana untuk kebutuhan lainnya sesuai prioritas.
Dengan memiliki anggaran, pengeluaran akan lebih terkontrol dan risiko pemborosan dapat dikurangi.
Baca juga: Ini tips atur keuangan di 2025 untuk pekerja baru dan keluarga muda
4. Pastikan cicilan tidak melebihi 25 persen dari gaji
Jika memiliki utang atau cicilan, usahakan total pembayarannya tidak melebihi 25 persen dari pendapatan bulanan.
Beban cicilan yang terlalu besar dapat mengurangi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok, menabung, maupun berinvestasi.
Apabila saat ini jumlah cicilan sudah melebihi batas tersebut, prioritaskan untuk melunasinya secara bertahap. Susun rencana pembayaran yang realistis agar kondisi keuangan kembali sehat.
5. Sisihkan minimal 10 persen gaji untuk tabungan
Salah satu prinsip dasar dalam perencanaan keuangan adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung secara rutin.
Idealnya, alokasikan minimal 10 persen dari gaji setiap bulan sebagai tabungan. Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, namun konsistensi jauh lebih penting dibandingkan besarnya nominal.
Tabungan yang terkumpul secara rutin akan membantu membangun dana darurat sekaligus memberikan rasa aman ketika menghadapi kebutuhan tak terduga.
6. Belanja kebutuhan harian secara cermat
Pengeluaran sehari-hari dapat ditekan dengan membiasakan diri berbelanja secara bijak.
Bandingkan harga sebelum membeli barang, manfaatkan potongan harga atau promosi yang tersedia, serta buat daftar belanja agar tidak membeli barang di luar kebutuhan.
Berbelanja kebutuhan bulanan dalam jumlah tertentu juga umumnya lebih hemat dibandingkan berbelanja sedikit demi sedikit setiap hari. Selain itu, pasar tradisional dapat menjadi alternatif karena harga sejumlah bahan pokok biasanya lebih terjangkau dibandingkan supermarket.
Baca juga: Praktisi asuransi ungkap strategi atur keuangan jelang lebaran
7. Kurangi pengeluaran yang tidak penting
Pengeluaran kecil yang dilakukan secara berulang sering kali menjadi penyebab utama gaji cepat habis.
Evaluasi kembali kebiasaan konsumsi setiap bulan. Misalnya, mengurangi frekuensi makan di luar dengan memasak sendiri di rumah atau menghentikan sementara langganan layanan digital yang jarang digunakan.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu menghemat pengeluaran sehingga ada lebih banyak dana yang bisa dialokasikan untuk tabungan.
8. Gunakan transportasi umum bila memungkinkan
Biaya transportasi juga menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi sebagian pekerja.
Apabila tersedia akses transportasi umum yang memadai, beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum dapat menjadi pilihan yang lebih hemat.
Selain membantu mengurangi biaya bahan bakar, parkir, dan perawatan kendaraan, penggunaan transportasi umum juga lebih ramah lingkungan serta dapat mengurangi kemacetan dan polusi.
Mengatur keuangan dengan gaji UMR memang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi. Namun, dengan menetapkan target yang realistis, membuat anggaran, membatasi utang, serta membiasakan menabung sejak awal menerima gaji, kondisi keuangan dapat menjadi lebih sehat dan stabil.
Meskipun jumlah tabungan yang disisihkan setiap bulan tidak besar, kebiasaan menabung secara rutin akan memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai dana darurat maupun untuk mewujudkan berbagai tujuan keuangan di masa depan.
Baca juga: Siasat atur pengeluaran semasa nilai tukar rupiah melemah
Baca juga: Kiat atur alokasi dana dan kelola uang secara lebih terarah





