Dody Hanggodo Bantah Terlibat Doxing Dosen UGM: Demi Allah, Demi Rasulullah, Saya Enggak

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo angkat bicara terkait dugaan doxing terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, yang mencuat setelah akademisi tersebut mengkritik kebijakan kepemimpinannya di Kementerian PU.

Dody membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan dirinya tidak mengetahui maupun terlibat dalam penyebaran data pribadi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saya ini lho, pegang media sosial, enggak. Gimana saya, tahu doxing ini dari mbak yang jelasin. Nggak ngerti saya gitu-gitu. Saya enggak pernah komentar apa-apa, kan enggak. Saya bukan pegiat media sosial,” kata Dody, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (21/7/2026).

Ia menegaskan tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyebaran informasi pribadi tanpa izin sama sekali tidak benar. Dengan nada serius, Dody menyampaikan bantahan tersebut sambil bersumpah.

“Doxing ini kosa kata baru bagi saya. Enggak, Pak, saya enggak. Demi Allah, demi Rasulullah, saya itu. Saya bilang saya masih Muslim, kan. Terus saya bilang demi Rasulullah, saya bawa, kan. Enggak mungkinlah. Ya, enggaklah,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul sorotan publik terhadap dugaan perundungan digital dan doxing yang dialami Nabiyla Risfa Izzati setelah mengkritik polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat. Selain itu, kritik juga berkaitan dengan dugaan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.

Terlepas dari polemik tersebut, Dody menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik. Menurutnya, kritik justru menjadi masukan untuk memperbaiki diri dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.

“Enggak, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus. Membuat saya lebih bisa membagi diri sendiri lagi ke depannya. Enggak, enggak ada. Enggak ada masalah,” katanya.

Dody juga menanggapi kritik yang menyebut gaya komunikasinya terlalu santai atau slengean. Ia mengaku karakter tersebut terbentuk dari latar belakangnya sebagai orang Jawa Timur yang lama berkarier di sektor swasta.

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta. Gimanalah enggak slengean. Sudahlah. Ketika ada sesuatu yang serius banget, baru saya akan serius. Karena ini kan bukan sesuatu yang serius,” ujar Dody. (agr/ree)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polemik ‘Wangsit’ Melebar, Rieke Tarik Garis Tegas ke Konstitusi
• 13 menit lalupantau.com
thumb
20 Tahun Donasi Rp840 Triliun, Buffett Tinggalkan Gates Foundation, Isu Epstein Disorot
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Defisit APBN Semester I 2026 Rp196,5 T, Terkendali di 0,76 Persen PDB
• 1 jam laludisway.id
thumb
DPD RI Ingin RUU Daerah Kepulauan Jadi UU Bersifat Lex Specialis
• 8 menit lalukompas.com
thumb
Pramono Resmikan 16 Bedah Rumah Eks Kebakaran di Pela Mampang, Libatkan Dana CSR
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.