Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang kawasan Gading Serpong, Paramount Land melanjutkan pengembangan proyek baru di tengah ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih menghadapi tekanan suku bunga tinggi.
BI Rate saat ini telah berada di level 5,75%. Menghadapi kondisi tersebut, Paramount Land mengandalkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel untuk menjaga minat pembeli rumah.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing mengatakan strategi tersebut ditempuh bersamaan dengan peluncuran klaster hunian terbaru Mimosa di kawasan Paramount Petals, Tangerang.
"Perseroan saat ini berstrategi menawarkan beragam pilihan pembayaran agar masyarakat lebih mudah memiliki hunian, mulai dari uang muka ringan hingga skema cicilan bertahap tanpa DP," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, fleksibilitas pembiayaan menjadi salah satu upaya perusahaan menjaga daya tarik pasar hunian di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
"Kami mencoba menghadirkan berbagai pilihan pembayaran, mulai dari Supercash, KPR dengan DP 5% yang dapat dicicil tiga kali, KPR DP 10% yang dapat dicicil 10 kali, tunai bertahap dengan DP 15% tenor hingga 60 kali, hingga tunai bertahap tanpa DP dengan tenor 36 kali dan 60 kali," paparnya.
Baca Juga
- Kuartal I/2026: Paramount Land Cetak Marketing Sales Rp1,13 Triliun
- Paramount Land Genjot Penjualan Segmen Komersial kala Residensial Mulai Matang
- Pengembang Gading Serpong, Paramount Land Incar Marketing Sales Rp5,5 Triliun
Sementara itu, Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu mengatakan pengembangan klaster baru Mimosa dikembangkan dengan konsep premium within reach, yakni menghadirkan desain premium yang tetap dapat dijangkau oleh lebih banyak konsumen.
Ke depannya, selain menawarkan proyek baru, Paramount Land juga memperkuat daya tarik Paramount Petals melalui percepatan pembangunan kawasan. Sejak diperkenalkan pada 2021, kota mandiri seluas sekitar 400 hektare tersebut telah membangun lebih dari 1.150 unit rumah, menyerahkan lebih dari 1.000 unit kepada konsumen, dan kini telah dihuni lebih dari 700 kepala keluarga.
Salah satu katalis utama pertumbuhan kawasan adalah pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 yang telah menyelesaikan konstruksi 100% dan kini memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi (ULF) serta Uji Laik Operasi (ULO).
Seiring pembangunan infrastruktur, Paramount Land juga terus melengkapi fasilitas kawasan, mulai dari community club, pasar modern, taman kota, hingga rencana pembangunan rumah sakit, hotel, dan fasilitas pendidikan.
Paramount Land tercatat mencetak marketing sales pada kuartal I/2026 di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave mengatakan dengan realisasi tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai target penjualan tahunan sebesar Rp5,5 triliun pada 2026.
Pada Kuartal I/2026, Paramount Land berhasil mencetak penjualan sebesar Rp1,13 triliun atau 106% dari target kuartalan yang ditetapkan perusahaan.
"Pada kuartal I/2026 kami berhasil mencapai marketing sales sebesar 106% dari target yang ditetapkan," ujarnya.
Chrissandy menyebut kinerja kuartal I/2026 tersebut ditopang tingginya minat pada produk komersial Maggiore Signature West dan Pasadena Square South.
Perseroan, lanjutnya, masih akan mempersiapkan sejumlah proyek baru yang segera diluncurkan. Paramount akan memperkuat pengembangan di dua township utama, yaitu Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





