Prajogo Pangestu Bidik Akuisisi Raksasa Panas Bumi Filipina Senilai USD5 Miliar

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Langkah ekspansi bisnis energi terbarukan Prajogo Pangestu berpotensi berlanjut ke Filipina. Barito Renewables Energy, perusahaan yang berada di bawah kendalinya, dikabarkan mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corp. (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di Filipina, dengan valuasi sekitar US$5 miliar.

Sebagaimana dikutip dari Forbes, Informasi tersebut diungkapkan oleh First Gen Corp., pemegang saham utama EDC. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Selasa, First Gen menyebut telah menerima proposal yang bersifat indikatif, tidak diminta sebelumnya, dan belum mengikat secara hukum. Penawaran tersebut masih bergantung pada proses uji tuntas (due diligence) serta berbagai persetujuan yang diperlukan.

Baca juga: JP Morgan Kerek Rating, Saham Barito Pacific Langsung Melejit      

First Gen menegaskan hingga kini belum ada pembahasan resmi yang berlangsung maupun kesepakatan yang ditandatangani antara kedua belah pihak. Perusahaan juga menyatakan belum menunjuk penasihat keuangan untuk menangani potensi transaksi tersebut.

EDC merupakan pemain utama di sektor energi panas bumi Filipina. Perusahaan yang diakuisisi grup Lopez dari pemerintah Filipina pada 2007 itu mengoperasikan 16 pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.302,78 megawatt. Selain itu, EDC juga memiliki portofolio pembangkit energi terbarukan lain, termasuk tenaga air, surya, dan angin, dengan total kapasitas hampir 300 megawatt.

Minat Barito Renewables terhadap EDC sejalan dengan strategi ekspansi Prajogo Pangestu di sektor energi bersih dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, ia membawa Barito Renewables Energy melantai di bursa bersama perusahaan tambangnya, Petrindo Jaya Kreasi. Melalui Star Energy Geothermal Group, Barito Renewables saat ini mengelola tiga proyek panas bumi di Jawa Barat dengan total kapasitas sekitar 886 megawatt, menjadikannya salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di Indonesia.

Ekspansi bisnis Prajogo juga merambah kerja sama regional. Pada 2024, Barito Renewables menggandeng perusahaan energi Filipina ACEN, yang dipimpin Jaime Augusto Zobel de Ayala, untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.

Di luar bisnis energi terbarukan, kelompok usaha Prajogo juga memperkuat posisinya di Singapura. Pada April 2025, perusahaan patungan Chandra Asri Pacific dan Glencore menuntaskan akuisisi aset kilang minyak serta petrokimia milik Shell di negara tersebut. Beberapa bulan kemudian, Chandra Asri kembali memperluas bisnisnya dengan mengambil alih jaringan SPBU Esso di Singapura.

Berdasarkan data real-time Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu mencapai sekitar US$15,4 miliar, menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya berasal dari Barito Pacific, perusahaan yang awalnya bergerak di sektor kayu sebelum berkembang menjadi grup besar di bidang energi dan petrokimia.

Sementara itu, keluarga Lopez merupakan salah satu keluarga bisnis terkemuka di Filipina. Selain memiliki kepentingan di sektor energi melalui First Gen dan EDC, mereka juga berbisnis di bidang properti dan media, termasuk melalui ABS-CBN yang sebelumnya merupakan jaringan televisi terbesar di Filipina sebelum izin siarannya tidak diperpanjang oleh Kongres pada 2020.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Indonesia 20 September 2026, Kemhan Persiapkan Calon Kru
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Prediksi Harga Emas Hari Ini, Berpotensi Naik ke USD4.074
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Thom Haye Bertekad Mengakhiri Sejarah Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF
• 22 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal
• 13 jam lalukompas.com
thumb
APBN Juni 2026 Defisit Rp 196,5 T atau 0,76 Persen terhadap PDB
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.