Jakarta, tvOnenews.com - Pertunjukan teater musikal Fantasy Land berhasil menyedot perhatian masyarakat dalam menyambut Hari Anak Nasional 2026.
Digelar di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/7), pementasan produksi Regina Art tersebut menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedepankan nilai inklusivitas bagi seluruh anak.
Sejak sebelum pertunjukan dimulai, area teater telah dipenuhi keluarga yang datang bersama putra-putri mereka. Penonton dari berbagai rentang usia, mulai balita hingga orang dewasa, memenuhi setiap kursi yang tersedia.
Tingginya antusiasme membuat sebagian pengunjung harus menunggu jadwal pertunjukan berikutnya.
Selama hampir satu jam, panggung disulap menjadi dunia imajinasi yang dipenuhi karakter fantasi seperti naga, peri, unicorn, kelinci, dan berbagai tokoh lainnya.
Melalui kisah seorang anak bernama Luna, penonton diajak mengikuti perjalanan tentang keberanian, persahabatan, dan proses menghadapi rasa takut.
Pertunjukan dikemas melalui perpaduan akting, musik, tarian, serta tata visual yang dirancang dekat dengan dunia anak-anak. Cerita mengalir ringan sehingga mudah diikuti, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menerima perbedaan dan membangun rasa percaya diri.
Suasana teater pun berlangsung hangat. Anak-anak tampak menikmati setiap adegan dengan cara mereka masing-masing. Beberapa tertawa saat para pemain melontarkan dialog lucu, ada yang ikut melambaikan tangan kepada karakter di atas panggung, bahkan sesekali menjawab percakapan para tokoh seolah menjadi bagian dari cerita.
Di tengah pertunjukan, sempat terdengar seorang anak menangis, namun suasana tetap kondusif. Respons tersebut seolah mencerminkan konsep pertunjukan yang memang dirancang ramah terhadap berbagai ekspresi alami anak selama menyaksikan pementasan.
Pendekatan itu menjadi salah satu ciri utama Fantasy Land sebagai pertunjukan yang membuka ruang bagi seluruh anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, untuk menikmati seni pertunjukan secara nyaman.
Pendiri Regina Art sekaligus penulis naskah Fantasy Land, Joane Win, sebelumnya menjelaskan bahwa seluruh pemain telah dibekali pemahaman mengenai kemungkinan munculnya respons spontan dari penonton anak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa persahabatan sejati tidak terhalang oleh cara seseorang berkomunikasi maupun mengekspresikan dirinya. Setiap individu memiliki cara yang berbeda menikmati pertunjukan.”




