Bisnis.com, DENPASAR - PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2026 sejumlah Rp1,17 triliun atau 64,55% menuju target akhir tahun sebesar Rp1,8 triliun. Secara keseluruhan, agregat penyaluran KUR Bank BPD Bali telah menyentuh Rp11,45 triliun.
Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma menjelaskan penyaluran ini didominasi pembiayaan untuk UMKM dengan pendekatan inklusif, 73,31% dialokasikan kepada debitur baru. Pembiayaan juga diarahkan ke sektor-sektor prioritas yang mendukung kemandirian lokal, seperti sektor pertanian, kelautan serta industri perajin di wilayah Bali.
"Langkah strategis penyaluran pembiayaan tersebut sejalan dengan visi pembangunan ekonomi yang berpusat pada Ekonomi Kerthi Bali, yang bertujuan mewujudkan kemandirian ekonomi daerah yang harmonis dengan alam, budaya, dan kearifan lokal." Jelas Sudharma, Selasa (21/7/2026).
Visi ini dijalankan perseroan melalui dukungan terhadap dua misi utama untuk mentransformasikan struktur ekonomi Bali. Pertama, transformasi melalui Ekonomi Kerthi Bali dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif lewat pengembangan pusat-pusat perekonomian baru yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah kabupaten/kota di Bali.
Kedua, mendorong ketahanan ekonomi berbasis kearifan lokal dengan mengembangkan sektor unggulan berdaya saing tinggi guna mengurangi ketergantungan pada pariwisata massal dan menciptakan ekonomi yang lebih tangguh terhadap guncangan eksternal.
Sepanjang semester I/2026, aset Bank BPD Bali telah mencapai Rp42,74 triliun atau mengalami peningkatan mencapai 5,75% (YoY) dibandingkan dengan Juni 2025 sebesar Rp40,41 triliun.
Baca Juga
- BPD Bali Bukukan Laba Bersih Rp755,75 Miliar pada Semester I/2026, Tumbuh 17,67%
- Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2, Modal Inti Tembus Rp6 Triliun
- Penyaluran Kredit Bank BPD Bali Hingga Mei 2026 Tumbuh 8,4%
Dari sisi pendanaan, Bank BPD Bali telah berhasil menghimpun dana dengan total capaian sebesar Rp35,05 triliun atau meningkat sebesar 3,88% dibandingkan pada Juni 2025 sebesar Rp33,74 triliun, di mana pendanaan bank masih didominasi oleh porsi dana murah (CASA) yang mencapai 65,31% dari total portofolio dana pihak ketiga.
Sudharma menjelaskan pertumbuhan positif DPK didorong oleh keberhasilan transformasi digital melalui penguatan kanal e-banking dan penguatan ekosistem melalui integrasi pembayaran dengan berbagai fasilitas layanan masyarakat seperti Rumah Sakit, Daerah Tujuan Wisata (DTW), hingga berbagai Institusi Pendidikan yang berfokus pada kemudahan akses, keamanan, dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.
Melalui inovasi layanan digital, Bank BPD Bali juga melakukan penguatan aspek Teknologi Informasi (TI), pengelolaan security dan keamanan siber serta data privacy yang terus ditingkatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh inovasi layanan di Bank BPD Bali memiliki tingkat keamanan yang baik, seperti pengembangan BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas Bank BPD Bali, QRIS Mobile NFC, pengembangan KKI online payment, termasuk juga QRIS Crossborder ke berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.





