JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Gizi Nasional (BGN) sedang melakukan verifikasi data jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini jumlahnya mencapai 62,7 juta orang.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari mengatakan, dirinya telah membaca buku yang diberikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Di dalamnya tercantum data tentang angka stunting setiap provinsi.
“Jadi ini ada datanya tentang 10 provinsi dengan angka stunting tertinggi Papua Tengah, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, dan seterusnya lah,” kata dia di Jakarta, Senin (20/7/2026) malam.
Baca Juga: BGN Pastikan Ada Pemangkasan Anggaran, Sebut akan Cari Skema Insentif Paling Adil
“Ini ada datanya di sini. Itu data Kemenkes tahun 2023. Sebenarnya kami juga sudah ambil kemarin survei diisi tahun 2024,” tambahnya.
Pihaknya selaku pembantu Presiden, kata dia, bertugas mewujudkan program yang dicanangkan, termasuk melakukan perbaikan sebagai bahan evaluasi.
Evaluasi yang bakal dilakukan juga mencakup lokasi penerima manfaat, apakah termasuk daerah tinggi stunting atau bukan. Hal itu berbeda dengan sistem pendirian satuan pelayanan pemenuhan gizi pada era pimpinan sebelumnya.
“Jadi, katakanlah untuk mendirikan SPPG, kan tahu ya ceritanya ya tentang SPPG. Siapa yang punya titik, kemudian daftar titik,” tuturnya.
“Nah, lalu di situlah calon mitranya itu yang mencari calon penerima manfaat di sekitarnya, sehingga tidak ada tuh perhatian terhadap (apakah) ini daerah stunting atau bukan sih? Daerah yang perlu disasar enggak sih? karena ada kondisi tertentu, enggak,” tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Heran MBG Dikritik sebagai Pemborosan: Ribuan Triliun Menguap dari Indonesia, Tak Ada Protes
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- agustina arumsari
- makan bergizi gratis
- mbg
- badan gizi nasional
- bgn
- sppg





