Presiden Prabowo Tekankan Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo mengakui sektor pendidikan di Tanah Air saat ini masih menghadapi tantangan besar dan ketertinggalan yang harus segera dikejar.

Presiden Prabowo Tekankan Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kualitas pendidikan dalam memajukan masa depan bangsa. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas manusia dan pendidikan.

Presiden Prabowo mengakui sektor pendidikan di Tanah Air saat ini masih menghadapi tantangan besar dan ketertinggalan yang harus segera dikejar.

Baca Juga:
Pemerintah Terus Waspadai Perilaku LGBT di Citayam Fashion Week

“Kita paham dan mengerti bahwa masa depan kita ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik kesehatan, karena itu gizi sangat penting tapi (yang tidak kalah penting) juga kualitas pendidikan, kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan,” kata Prabowo, Selasa (21/7/2026).

Hal ini direspons oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i. Menurutnya, demi menjaga menjaga kualitas anak didik, banyak langkah yang diambil Kementerian Agama, termasuk menyusun materi khusus untuk membentengi siswa dari pengaruh kebudayaan negatif yang bisa merusak.

Baca Juga:
Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Ini Pesan WHO ke Kaum LGBT

Menurut Romo Syafii, penyebaran budaya LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer) kini dikategorikan sebagai ancaman nonmiliter bagi ketahanan bangsa, sehingga perlu diantisipasi sejak dini melalui jalur formal pendidikan. 

“Penyebaran (budaya LGBTQ) itu ancaman pertahanan negara non-militer. Karena itu kan, karena itu sebuah ancaman, itu kan harus kita hindari ya,” kata Wamenag.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara tahun 2025-2029. Dalam beleid tersebut, penyebaran budaya LGBTQ memang resmi dikategorikan sebagai salah satu bentuk ancaman non-militer yang wajib diwaspadai.

Menurut Romo Syafii, pencegahan terbaik dilakukan dengan memberikan edukasi yang tepat dan terukur kepada para siswa agar mereka tidak mudah terpapar. Materi pencegahan ini nantinya akan disisipkan ke dalam sistem yang sudah berjalan.

“Dan dari caranya, tentu dengan memberikan pemahaman pada anak-anak didik kita, agar tidak dipengaruhi oleh budaya itu. Maka dari itu Kemenag menyusun kurikulum, nanti akan di-insert dalam kurikulum yang sudah ada,” katanya.

Rencananya, kurikulum tersebut akan disusun berdasarkan tingkatan usia sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas.

“Memberikan pemahaman dan tingkat SD itu mungkin mulai kelas 4, 5, 6. Kemudian kalau menengah, pertama 1, 2, 3, dan atas 1, 2, 3. Mudah-mudahan dengan itu, mereka bisa memahami betapa berbahayanya penyebaran budaya LGBT,” kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Istana soal Gibran Tak Duduk Disamping Prabowo saat Sidang Kabinet
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
DPRD Surabaya Minta Hotline OPD Terintegrasi dengan Wali Kota
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Masih Ingat AyoDance? Game Rhythm Legendaris yang Masih Bertahan hingga Sekarang
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Kebakaran Restoran di Menteng Dipicu dari Bara Alat Pemanggang
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo: Regulasi Terlalu Banyak, Birokrasi Harus Disederhanakan
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.