Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalah tersebut disebabkan oleh posisi elektroda baterai yang tidak sejajar. Kondisi ini berpotensi memicu korsleting internal pada sel baterai sehingga dapat menyebabkan kebakaran, baik saat kendaraan sedang diparkir maupun digunakan.
Meski jumlah kendaraan yang terdampak relatif sedikit, kedua produsen tetap meminta pemilik kendaraan segera mengikuti proses perbaikan sebagai langkah pencegahan. Hyundai Recall Enam Unit Ioniq 5 Hyundai menyatakan recall ini mencakup enam unit Hyundai Ioniq 5 model tahun 2023 dan 2024.
Perusahaan mengungkapkan sel baterai tegangan tinggi pada kendaraan tersebut diduga memiliki elektroda yang tidak terpasang secara presisi. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hubungan arus pendek di dalam baterai yang dapat memicu kebakaran. Baca Juga:
Bocoran Suzuki XL7 Facelift, Fitur Lebih Lengkap!
Hingga saat ini perusahaan belum mengumumkan prosedur perbaikan secara rinci. Namun, mengingat penyebab masalahnya sama dengan yang dialami Kia, perbaikan diperkirakan akan dilakukan melalui penggantian paket baterai bertegangan tinggi. Kia Tarik EV6 dan EV9 Sementara itu, Kia mengumumkan recall terhadap tujuh unit Kia EV6 model tahun 2022 hingga 2024 serta satu unit Kia EV9 model tahun 2024.
Dalam dokumen recall yang disampaikan kepada NHTSA, pemasok baterai SK On Co. menyebutkan masalah tersebut dipicu oleh penyimpangan pada proses produksi (quality deviation) sehingga menyebabkan posisi elektroda baterai tidak sesuai spesifikasi.
Berbeda dengan Hyundai, Kia telah memastikan solusi yang akan diberikan kepada konsumen berupa penggantian seluruh paket baterai tegangan tinggi dengan unit baru yang menggunakan sel baterai dengan posisi elektroda yang telah diperbaiki. Pemilik Diminta Batasi Pengisian Baterai Sambil menunggu proses perbaikan selesai, produsen meminta pemilik kendaraan terdampak mengambil sejumlah langkah pencegahan. Baca Juga:
Jelang GIIAS 2026, Omoda 04 Kepergok Sudah Sampai Indonesia
Pemilik kendaraan diimbau untuk membatasi pengisian daya baterai hingga maksimal 80 persen serta memarkir kendaraan di area terbuka dan menjauhkannya dari bangunan.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi risiko apabila terjadi gangguan pada baterai sebelum kendaraan mendapatkan perbaikan resmi.
Selain itu, meski tidak tercantum secara khusus dalam dokumen recall, pemilik juga disarankan memarkir kendaraan dengan jarak yang cukup dari kendaraan lain sebagai langkah antisipasi tambahan. Surat Pemberitahuan Mulai Dikirim Hyundai dan Kia telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada jaringan dealer sejak 6 Juli 2026.
Sementara itu, surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan yang terdampak dijadwalkan mulai dikirim pada 7 Agustus 2026 agar mereka dapat segera menjadwalkan proses pemeriksaan dan perbaikan di dealer resmi.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pengawasan kualitas pada komponen baterai kendaraan listrik menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan pengguna, terutama karena baterai tegangan tinggi merupakan salah satu komponen utama pada kendaraan listrik modern.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)





