VIVA – Dugaan penculikan yang menimpa atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay tengah menjadi perhatian publik. Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat setelah keluarga korban secara resmi melaporkan peristiwa yang diduga terjadi pada pertengahan Juli 2026.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik laporan tersebut. Sementara itu, pihak keluarga berharap proses hukum berjalan secara profesional agar keberadaan Jesslyn segera diketahui.
Dugaan Penculikan Terjadi Saat Hadiri Acara Keluarga
Berdasarkan informasi yang disampaikan kuasa hukum keluarga, peristiwa yang diduga merupakan penculikan itu terjadi pada Senin malam, 13 Juli 2026. Saat itu, Jesslyn diketahui sedang menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran yang berada di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Menurut keterangan keluarga, situasi yang semula berlangsung normal berubah mencekam ketika korban diduga dihampiri oleh sejumlah pria. Dua orang disebut menutup mata Jesslyn sebelum membawanya secara paksa menuju sebuah mobil berwarna hitam.
Insiden tersebut disebut berlangsung cepat hingga membuat orang-orang di sekitar lokasi tidak sempat memberikan pertolongan secara maksimal.
Saksi Sebut Korban Sempat Berteriak Minta Tolong
Keterangan dari pihak keluarga mengungkapkan adanya upaya perlawanan yang dilakukan Jesslyn saat diduga dibawa paksa.
"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung," kata dia.
Kesaksian tersebut kini menjadi salah satu bahan yang tengah didalami penyidik untuk merekonstruksi kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Sejak peristiwa itu terjadi, Jesslyn dikabarkan tidak lagi bisa dihubungi oleh keluarga maupun rekan-rekannya. Kondisi tersebut mendorong keluarga untuk segera melapor kepada pihak kepolisian agar proses pencarian dapat dilakukan secepat mungkin.
Keluarga Minta Polisi Bertindak Profesional
Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum dapat menangani kasus tersebut secara serius dan transparan.





