Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menegaskan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dibangun melalui kolaborasi dengan BUMDes, UMKM, hingga warung desa sehingga tidak bakal menggeser pelaku usaha kecil.
Komitmen itu disampaikan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto saat membuka Seminar Nasional KDKMP yang digelar Kemendes PDT bersama 10 asosiasi desa di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Seminar tersebut menjadi forum publik pertama yang secara khusus membahas kesiapan operasional KDKMP setelah program itu diluncurkan pemerintah.
Menurut Yandri, kehadiran KDKMP tidak dimaksudkan untuk mengambil alih ruang usaha yang telah berkembang di desa, melainkan memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui sinergi antarpelaku usaha.
“Kementerian Desa dengan lahirnya Koperasi Desa Merah Putih, karena sudah ada Badan Usaha Milik Desa, ada UMKM, ada warung-warung kecil, insyaallah akan kita bangun kolaborasi yang luar biasa. Tidak akan ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (21/7/2026).
Dia mengatakan seminar tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menyempurnakan operasional KDKMP. Selama ini, pembahasan mengenai koperasi tersebut lebih banyak dilakukan melalui penyampaian pemerintah kepada publik.
Yandri berharap agar forum tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan terkait dengan implementasi KDKMP sekaligus memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai mekanisme operasional koperasi tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Apdesi Merah Putih Asep Anwar Sadat yang mewakili 10 asosiasi desa membacakan rekomendasi seminar yang menegaskan dukungan terhadap percepatan pembentukan dan penguatan kelembagaan KDKMP.
Asosiasi desa juga berkomitmen menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, rekomendasi seminar mendorong sinergi KDKMP dengan BUMDes, UMKM, kelompok tani, nelayan, peternak, pelaku ekonomi kreatif, serta berbagai potensi ekonomi desa lainnya.
Rekomendasi tersebut juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat dukungan regulasi, pembiayaan, insentif, kemudahan akses permodalan, digitalisasi, serta pendampingan bagi koperasi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, asosiasi desa menyatakan komitmennya untuk mengawasi pengelolaan KDKMP agar berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Seminar nasional itu turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto, Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria, serta Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Motta.





