Pemerintah Benahi Total Program Makan Bergizi Gratis di Tahun Ajaran Baru, Qodari Pastikan Tata Kelola Diperkuat

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah menjadikan dimulainya tahun ajaran baru sebagai momentum untuk melakukan pembenahan terhadap berbagai kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan program sebelumnya.

Baca Juga :
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran MBG Berpeluang Turun
Prabowo: Untuk Apa Kita Merdeka, Kalau Tidak Bisa Memberi Makan?

Menurutnya, pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan MBG ke depan semakin akuntabel, tepat sasaran, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para siswa.

Pemerintah Fokus Perbaiki Pelaksanaan MBG

Qodari menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang sempat muncul selama implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh masukan dan evaluasi dijadikan dasar dalam memperbaiki tata kelola program.

"Di tahun ajaran baru ini kami serius berbenah ketidaksempurnaan pelaksanaan sebelumnya terus kami perbaiki," kata Qodari dalam keterangan resminya yang dikutip di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan perubahan dalam sistem kerja di lapangan agar penyelenggaraan program berjalan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kualitas Makanan dan Kebersihan Jadi Prioritas

Dalam pembenahan tersebut, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kualitas bahan makanan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Selain memastikan bahan pangan tetap berkualitas, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap aspek kebersihan mulai dari proses pengolahan di dapur hingga makanan diterima oleh para siswa di sekolah.

Tak hanya itu, seluruh rangkaian pelaksanaan program juga diperkuat agar dapat dipertanggungjawabkan secara menyeluruh sebagai bagian dari peningkatan tata kelola.

Menurut Qodari, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melihat adanya perubahan nyata dalam penyelenggaraan program pemerintah.

Bangun Kembali Kepercayaan Masyarakat

Qodari mengatakan penguatan tata kelola MBG juga bertujuan membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

Ia menegaskan pemerintah ingin menunjukkan keseriusannya melalui berbagai perbaikan yang bisa dirasakan langsung oleh para peserta didik, bukan hanya melalui komitmen atau janji semata.

"Kami ingin membangun kembali kepercayaan ayah dan ibu di rumah bukan sekadar lewat janji-janji manis melainkan lewat perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh anak-anak kita setiap hari," ujarnya.

Baca Juga :
Di Sidang Kabinet, Prabowo Heran Ada Orang Anggap MBG Pemborosan
Prabowo: Saya Diserang karena Ingin Beri MBG untuk Anak Indonesia
Pemerintah Jaga Harga Telur Tetap Stabil, Bapanas Pastikan Tak Boleh Terlalu Murah atau Terlalu Mahal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri Pangan Sumbang 42,01 Persen PDB Manufaktur, Teknologi Jadi Fokus ProPak 2026
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mantan Kajati Sumsel Menjadi Deputi BGN Bidang Pemantauan dan Pengawasan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Masih Matangkan Aturan soal Status Driver Ojol Masuk Kategori UMKM
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
APBN Juni 2026 Defisit Rp 196,5 T atau 0,76 Persen terhadap PDB
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Diakui Pemerintah, Ada Masalah di Balik Posisi Kursi Prabowo-Gibran Tak Sejajar di Sidang Kabinet
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.