Kemarau Panjang Dampak El Nino di Pacitan Diperkirakan Hingga Mei 2027

beritajatim.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pacitan (Beritajatim.com) – Fenomena El Nino diperkirakan akan memperpanjang musim kemarau hingga Mei 2027. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengganggu ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Lilik Kurniawan, saat menghadiri Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana 2026 yang digelar BPBD Provinsi Jawa Timur di Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/7/2026).

Lilik mengatakan, berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino diprediksi masih akan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang dibandingkan biasanya.

“El Nino merupakan fenomena alam yang dapat memperpanjang musim kemarau. Karena itu, kita harus mengantisipasi dampaknya sejak dini,” ujar Lilik.

Menurutnya, dampak yang paling awal dirasakan adalah kekeringan di sejumlah wilayah, yang kemudian berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

.u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937:active, .u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .u7dd240c5fc199e15cba1a4f4310ed937:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Bantah Hilang, Owner Berani Backpacker Sebut Pemuda Madiun Kabur dari Rombongan di Korea Selatan

“Beberapa daerah di Jawa Timur sudah mulai mengalami kekeringan. Setelah itu biasanya diikuti meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Selain itu, dampak jangka panjang juga perlu diwaspadai, mulai dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat udara kering dan asap kebakaran hingga ancaman terhadap sektor pertanian.

“Ketahanan pangan juga harus menjadi perhatian karena sawah dan kebun akan mengalami kekeringan jika kemarau berlangsung lebih lama,” imbuhnya.

Di Kabupaten Pacitan, BPBD sebelumnya telah memetakan 33 desa dan 97 dusun di delapan kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas pemantauan dan kesiapsiagaan apabila dampak El Nino semakin meluas.

Melalui kegiatan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 Juli 2026, Lilik menekankan pentingnya memastikan seluruh peralatan kebencanaan dalam kondisi siap digunakan.

“Mobil tangki air harus dipastikan siap beroperasi ketika dibutuhkan. Jangan sampai peralatannya tersedia, tetapi tidak ada personel yang mampu mengoperasikan atau mengemudikannya,” tegasnya. (tri/aje)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FOMO tapi Enggan Berprogress: Fenomena Fixed Mindset Mahasiswa di Zona Nyaman
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Respons Gaya Komunikasi Menteri PU Dody Hanggodo: Jadi Catatan dan Akan Diperbaiki
• 51 menit laluidxchannel.com
thumb
SD Muhammadiyah Pandaan Minta Evaluasi Jam Pengiriman MBG
• 9 jam laluberitajatim.com
thumb
20 Bulan Menjabat, Prabowo Sebut Pemerintahannya Selesaikan 108 Masalah Kronis Bangsa
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Bocoran OPPO A7 Pro Max, Disebut Punya Baterai 10.000 mAh
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.