JAKARTA, KOMPAS.TV - Kebakaran lahan seluas 48 hektare terjadi di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali sejak Jumat (17/7/2026) hingga Senin (20/7/2026).
Berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran lahan tersebut terjadi pada vegetasi rerumputan kering.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut luasan kebakaran lahan tersebut merupakan yang terbesar dari sejumlah peristiwa yang sama di sejumlah daerah pada periode yang sama.
Sejumlah daerah yang juga dilanda kebakaran lahan antara lain Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
“Kejadian karhutla (kebakaran hutan dan lahan, red) dengan luasan terbesar terjadi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali,” kata Muhari dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut 20 Hektare di OKI Belum Padam, BNPB Kerahkan Helikopter
“Lahan berupa vegetasi rerumputan kering seluas 48 hektare di wilayah perbukitan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, dilalap api dan terlihat dari Villa Bukit Kursi, sejak Jumat (17/7),” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP telah memadamkan kebakaran tersebut.
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan luas area terdampak sekitar 3,5 hektare.
“Hasil asesmen didapatkan fakta lapangan penyebab kebakaran yakni akibat pembersihan lahan sehingga api tidak bisa dikontrol dan menyebabkan kebakaran lahan semakin meluas di Petak 98 E Perhutani Cawas BKPH Wonogiri pada Senin, (20/7) pukul 11.30 WIB,” tutur Muhari.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bnpb
- badan nasional penanggulangan bencana
- buleleng
- kebakaran lahan
- karhutla
- kebakaran lahan di buleleng





