Ribuan pendukung rela menerjang cuaca dingin dan hujan pada Senin (20/7/2026) demi memberikan sambutan meriah bagi skuad tim nasional sepak bola Argentina. Meskipun kalah dari Spanyol di babak final Piala Dunia 2026, kepulangan Tim Albiceleste tetap disambut bak pahlawan, meski tanpa kehadiran sang kapten, Lionel Messi.
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) membenarkan bahwa tidak semua anggota skuad berada dalam penerbangan tersebut. Messi (39) tidak terlihat turun dari pesawat dalam siaran televisi lokal.
Meskipun kepulangan ini tak sesenang empat tahun lalu saat menjuarai edisi 2022, jalanan Buenos Aires tetap dipenuhi aksi menari, bernyanyi, hingga pesta kembang api dari suporter yang mengiringi bus Pelatih Lionel Scaloni dan para pemain.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin, Lionel Messi tak menutupi rasa kekecewaannya namun tetap bangga atas pencapaian tim nasional.
"Rasa sakitnya sangat mendalam dan butuh waktu lama bagi luka ini untuk sembuh. Hari ini sulit untuk menghargai apa yang telah kita capai, tetapi skuad ini berhasil mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut," tulis Messi.
Menanggapi perjuangan timnas, Presiden Argentina Javier Milei mengumumkan rencana untuk menetapkan hari libur nasional pada tanggal yang akan disepakati bersama tim guna merayakan pencapaian mereka.
Di sisi lain, perayaan emosional yang berlangsung sejak Minggu malam di Monumen Obelisco, Buenos Aires, sempat diwarnai kericuhan kecil. Pihak kepolisian terpaksa menyemprotkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa yang berbuat ulah, yang berujung pada penahanan 15 orang.





