Kentang Garut Makin Produktif tapi Posisi Tawar Petani Tetap Lemah

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, GARUT - Kabupaten Garut dinilai menjadi salah satu daerah paling berhasil dalam pelaksanaan Program UPLAND yang dijalankan Kementerian Pertanian bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Keberhasilan itu membuat Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi akhir program pada 2026. Namun, di balik pengakuan tersebut, persoalan mendasar yang dihadapi petani kentang belum sepenuhnya teratasi. 

Ketergantungan terhadap tengkulak masih menjadi kenyataan di sentra produksi kentang Cikajang.

Project Management Unit (PMU) UPLAND Muhammad Ikhwan mengatakan Garut dipilih sebagai lokasi Project Completion Review karena dinilai mampu merepresentasikan pencapaian Program UPLAND dibandingkan 13 kabupaten lainnya.

"Kenapa Garut? Karena dianggap yang bisa mewakili sisi keberhasilan manfaat pencapaian tujuan program. Garut juga menerima paket program yang lengkap dibanding daerah lain," kata Muhammad Ikhwan, Selasa (21/7/2026).

Program UPLAND merupakan proyek pengembangan pertanian dataran tinggi yang mencakup pembangunan infrastruktur, bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan petani melalui koperasi, hingga perluasan akses pasar.

Baca Juga

  • Bandung Darurat Begal, Dedi Mulyadi Usul Aparat Bersenjata Siaga di Titik Rawan
  • Bandung Rawan Begal, Pemkot Janji Prioritaskan Penerangan Umum di Titik-titik Rawan
  • Sumedang Pamerkan Transformasi Smart City di Forum Asean Smart Cities Network

Ikhwan menyebut salah satu perubahan terbesar adalah bergesernya pola usaha tani dari sistem individual menjadi berbasis koperasi. 

Menurut dia, pendekatan tersebut memperkuat posisi petani dalam mengakses teknologi, pembiayaan, dan pemasaran.

"Dulu petani melakukan usaha tani secara masing-masing. Sekarang seluruh peserta Program UPLAND tergabung dalam koperasi sehingga lebih mudah memperoleh pendampingan dan pengembangan usaha," kata Ardhy.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan perubahan kelembagaan tersebut belum sepenuhnya mengubah rantai pemasaran kentang. 

Sejumlah petani di Kecamatan Cikajang mengaku masih menjual hasil panennya kepada tengkulak karena proses pembayaran lebih cepat dan hubungan dagang telah terjalin bertahun-tahun.

Salah seorang petani kentang di Desa Cikajang Asep (48) mengatakan sebagian besar petani belum memiliki keleluasaan memilih pembeli.

"Kalau panen, yang langsung datang tetap tengkulak. Mereka sudah kasih modal sejak awal tanam, jadi hasil panen biasanya langsung dipotong ke mereka. Mau jual ke tempat lain juga susah," ujarnya.

Menurut Asep, keberadaan koperasi memang membantu dalam penyediaan pelatihan maupun informasi budidaya. Namun, untuk urusan pemasaran, petani masih menghadapi keterbatasan akses.

"Harga kadang bagus, kadang jatuh. Kalau sudah panen raya, petani tidak punya pilihan selain melepas ke tengkulak karena kentang tidak bisa disimpan terlalu lama," katanya.

Sementara itu, Country Director IFAD Indonesia Hani Elsadani mengatakan evaluasi akhir Program UPLAND tidak hanya menilai capaian pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan program setelah dukungan proyek berakhir. 

Menurut dia, model yang dinilai berhasil di Garut diharapkan dapat dilanjutkan dan diperluas oleh pemerintah daerah. Meski demikian, tantangan terbesar justru berada pada aspek hilir. 

"Selama petani masih bergantung pada tengkulak sebagai jalur utama pemasaran, keberhasilan pembangunan infrastruktur dan peningkatan produktivitas belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan posisi tawar maupun kesejahteraan petani," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil China Open 2026: Sabar/Reza Melaju ke Babak 16 Besar Usai Sukses Bungkam Pasangan Baru Malaysia
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
2 WNI Diduga Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bupati Lombok Barat Tiba di Gedung KPK Jakarta usai Terjaring OTT
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Anwar Abbas: Anak Buah Prabowo Jadi Musuh dalam Selimut
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Calon Suami Jesslyn Datangi Polres Jakpus, Koordinasi Laporan Dugaan Penculikan
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.