Sleman, tvOnenews.com - Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mengenang masa-masa dirinya viral. Ia menuai amarah publik akibat menghina penjual es teh.
Gus Miftah bernostalgia saat viral mengolok-olok penjual es teh bernama Sunhaji di tengah Mujahadah Dzikrul Ghoffilin dalam rangka HUT ke-14 Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Sabtu (18/7/2026).
Penyebab Gus Miftah kembali mengenang hal itu lantaran tengah diterpa berbagai cobaan. Ia juga kini dituding terseret kasus korupsi jalur kereta api menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo.
Gus Miftah tidak menutupi saat masa-masa dirinya dihujat oleh publik. Penghinaan terhadap penjual es teh menjadi pemberitaan besar sehingga kehilangan jabatan di pemerintahannya.
"Saya ingat begitu peristiwa yang paling bombastis itu es teh," ujar Gus Miftah dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Selasa (21/7/2026).
Dampak Gus Miftah Olok-olok Penjual Es Teh- Tangkapan layar YouTube Gus Miftah Official
Pendakwah berusia 44 tahun ini menceritakan dampak penghinaan kepada sosok Sunhaji. Ucapannya yang mengandung ejekan terhadap penjual es teh itu menuai perhatian utama bagi para pendakwah.
Ia mengingat saat dirinya menjadi pemberitaan utama di media massa. Para pendakwah tidak kuasa menahan isak tangisnya lantaran dirinya dihujat oleh publik.
Kata dia, para pendakwah berusaha menenangkan dirinya. Akibat mengejek penjual es teh di suatu acara keagamaan, pada saat itu ia mengaku berada dalam kondisi terpuruk di hidupnya.
"Semua Gus-gus datang ke pondok menangis peluk saya. Kata mereka, 'Gus Miftah yang sabar, Gus Miftah yang kuat'," tuturnya.
Suami dari Dwi Astuti itu menyebut perhatian dari para pendakwah justru membuat dirinya bingung. Bagi dia, hujatan tersebut sudah seharusnya terjadi dan dirinya hanya membutuhkan waktu ketenangan dalam menghadapi situasi yang membuat dirinya terpuruk.
"Saya bingung kamu ngapain menguatkan saya. Kata mereka, 'saya susah melihat Gus Miftah (sedih)'. Justru saya yang susah kalau kamu datang," katanya.
Ia kembali menggunakan gaya khas kelakarnya saat berceramah di hadapan jemaah. Menurutnya, kedatangan mereka tidak hanya mengganggu waktu menyendirinya, tetapi juga menyusahkan dirinya.




