Grid.ID - Sudah lebih dari sepekan, komedian Temon meninggal dunia. Rupanya, penyesalan masih menggantung di benak sang sahabat dekat, Abdel Achrian alias cing Abdel.
Komedian Temon meninggal dunia secara mendadak, sepekan yang lalu karena sakit. Kabar mengejutkan itu tak hanya mengguncang keluarga, namun juga sahabat dekatnya, Abdel Achrian.
Komedian yang akrab disapa cing Abdel itu tak terlihat hadir di rumah duka, saat sahabat tercinta meninggal dunia. Kehadiran Abdel saat itu, hanya diwakili oleh kakak perempuannya yang langsung menyampaikan salam duka untuk keluarga.
Rupanya, saat Temon meninggal dunia, Abdel sedang berada di Amerika Serikat untuk keperluan pekerjaan. Hal inilah yang membuatnya terpaksa tak bisa menemani sahabatnya pergi ke rumah abadinya.
Ketidakhadiran Abdel di rumah duka dan pemakaman Temon saat itu, menyisakan penyesalan mendalam. Bahkan, setelah sepekan berlalu, tangis Abdel masih terlihat.
“Perasaan campur aduk ya. Gue menyesal gak bisa ada di samping dia saat itu,” kata Abdel saat menjadi bintang tamu acara FYP Trans7, Selasa (21/7/2026).
Saat itu, sesampainya di Tanah Air, Abdel langsung menyambangi makam Temon. Dalam video yang beredar, Abdel terlihat tak kuat membendung air matanya. Abdel juga terlihat berbicara ke arah nisan sahabatnya.
Abdel dan Temon sudah berteman selama 34 tahun. Mereka merintis karir bersama, sampai di titik keduanya dikenal sebagai duo komedian ‘Abdel dan Temon’. Selama itu pula, naik turunnya persahabatan dialami mereka.
“Iya pasti (naik turun persahabatan),” kata Abdel sambil berkaca-kaca.
“Makanya, selama pertemanan kita, itu gue banyak salah, jadi minta maaf sama Temon sama kesalahan yang pernah kita lakuin,” kata Abdel.
Pertemanan Abdel dan Temon tak hanya berlangsung di atas panggung saja. Abdel menyebut jika sebenarnya mereka sudah selayaknya keluarga. Abdel sudah tak asing dengan istri dan anak-anak Temon.
“Sehabis dari makam itu, gue ke rumah Temon. Ketemu anak, adik, kakak, Mae istrinya Temon, ngobrol-ngobrol banyak.”
“Gue kan tinggal di rumah Temon cukup lama, dalam waktu setahunan sering ke rumahnya jadi kenal keluarganya, keluarganya lucu semua, ngobrol yang lucu-lucu, inget kelakuan Temon yang lucu,” kata Abdel.
“Gue heran Temon udah gak ada, yang gue inget kebaikannya doang,” ujar Abdel.
Kedekatan itu dipupuk selama bertahun-tahun, terlebih ketika Abdel sempat menumpang tinggal di rumah Temon. Sambil terisak, Abdel mengingat masa-masa sulitnya kala itu, dan hanya sang sahabat yang mau menerimanya dengan tangan terbuka.
“Temon itu salah satu orang yang mau nerima gue,” kata Abdel sambil menangis.
“Gue pernah ada di fase, di mana orang-orang gak mau nerima gue dan dia orang yang kasih gue kepercayaan diri.”
“Kayaknya semua modal, aset, kepercayaan diri, teman, uang sudah gak ada, nah Temon itu salah satu orang yang nerima gue, nemenin berjuang merintis lagi,” kata Abdel.
“Jadi, yang gue inget baikya aja. Gak ada yang nyebelinnya jadi hal-hal yang lucu aja, mikirnya, kok saat itu bisa begitu ya gitu,” kata Abdel sambil mengusap air matanya.
Penyesalan Datang Terlambat
Selayaknya sahabat, Abdel dan Temon juga pernah berselisih paham. Bahkan, mereka dikabarkan sempat perang dingin dan tak saling berkomunikasi selama bertahun-tahun. Beruntung, sebelum mereka terpisah, keduanya sudah berdamai dan saling menerima.
“Ingat (pernah konflik),” kata Abdel sambil tertunduk.
“Dalam perjalanan kita sebagai teman, waktu gue nyebelin buat dia, waktu dia nyebelin buat gue, kayaknya sekarang yang gue inget cuma kebaikannya aja,” kata Abdel.
Penyesalan memang datang terlambat, setidaknya hal itu yang dirasakan oleh Abdel. Selain tak bisa hadir di saat sang sahabat meninggal dunia, Abdel juga punya satu penyesalan yang sampai saat ini ia simpan.
Diucapkan Abdel, jika ia diberikan waktu satu menit lagi untuk bertemu dengan sahabatnya, Abdel akan mengucapkan beberapa pesan yang semasa hidup tak tersampaikan.
“Kayaknya pengin ngomong terima kasih. Gue sama Temon 34 tahun bareng, tapi belum pernah nunjukin, mengekspresikan rasa sayang, dia gak pernah peluk gue, gue juga gak pernah peluk dia,” kata Abdel sambil menangis.
“Ya kalau ada kesempatan, pengin peluk aja, kasih tau kalau gue sayang dia dan berterima kasih, minta maaf buat kesalahan gue, dan kesalahan dia sudah gue maafin.”
Artikel Asli




