Jakarta, tvOnenews.com - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar perayaan Dies Natalis ke-62 di Smart Auditorium Adikarsa Keteknikan, Kampus FTUI Depok.
Acara ini bertema “Engineering Innovation for Sustainable Industry and Future Society” yang bertujuan sebagai manifestasi dalam menjembatani inovasi keteknikan dengan kebutuhan industri berkelanjutan.
Dalam acara itu hadir Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo serta diperkaya dengan public lecture oleh Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM, Dr. Ir. Mohamad Rudy Salahuddin.
Rektor UI, Prof. Mahmud menekankan pentingnya memaknai aktivitas keteknikan (engineering) modern sebagai instrumen adaptif di tengah perubahan global.
“Aktivitas engineering di FTUI hari ini dituntut mampu menghadirkan inovasi yang memperkuat daya saing industri dan aspek keberlanjutan. Teruslah mempersiapkan diri dengan memegang teguh integritas, empati, dan semangat kolaboratif dalam menjawab segala tantangan nasional,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama
BKPM, Dr. Ir. Mohamad Rudy Salahuddin, MEM., mengungkapkan bahwa performa realisasi investasi semester pertama tahun 2026 menunjukkan porsi hilirisasi konsisten menjadi mesin pertumbuhan utama dengan kontribusi sekitar 30% atau mencapai Rp300,1 triliun.
Kebijakan tersebut tidak sekadar mengejar kuantitas target pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan berfokus pada kualitas investasi yang mampu menyerap 1,4 juta tenaga kerja langsung serta mendorong pemerataan ekonomi yang inklusif di luar Pulau Jawa hingga 50,2%.
Guna mendukung ketahanan energi, pangan, dan kedaulatan berbasis sumber daya alam, pemerintah saat ini tengah gencar memacu Peta Jalan Hilirisasi Nasional yang mencakup puluhan komoditas strategis.
Rudy turut menegaskan bahwa keberhasilan peta jalan tersebut sepenuhnya bertumpu pada penguasaan teknologi dan inovasi ilmiah.
“Agenda hilirisasi tidak boleh stagnan hanya di pengolahan tahap awal. Nilai tambah terbesar sesungguhnya terletak pada penguasaan teknologi, desain, dan inovasi ilmiah. Di sinilah saya ingin memberikan penekanan fundamental: hilirisasi nasional mustahil sukses tanpa keterlibatan penuh dari perguruan tinggi," tegasnya.
Atas dasar itulah, pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi Triple Helix melalui pemberian insentif fiskal agresif berupa Super Tax Deduction hingga 300% bagi industri yang bersedia mendanai riset dan pengembangan (Research & Development) terapan di lingkungan kampus.




