Gandeng DIFC Dubai, Danantara Matangkan Pusat Finansial Internasional Indonesia

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah terus mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) agar mampu bersaing dengan pusat keuangan global.

Gandeng DIFC Dubai, Danantara Matangkan Pusat Finansial Internasional Indonesia. (Foto: ilustrasi)

IDXChannel - Pemerintah terus mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) agar mampu bersaing dengan pusat keuangan global. Untuk mendukung target tersebut, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menggandeng Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai mitra strategis dalam penyusunan model bisnis dan tata kelola.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan keterlibatan DIFC bertujuan memastikan PFII dibangun dengan mengadopsi praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di tingkat internasional.

Baca Juga:
Danantara Member Forum SWF Dunia, IFSWF: Jadi Anggota yang Berharga Bagi Komunitas Kami

“Dari awal kami bicara sama Dubai International Financial Centre (DIFC) sampai Abu Dhabi Global Market itu. Nah, semuanya lah kita bicara,” kata Rosan kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Menurut Rosan, Danantara tidak hanya berdiskusi dengan pengelola pusat keuangan internasional tersebut, tetapi juga melibatkan mantan CEO DIFC sebagai konsultan dalam penyusunan PFII.

Baca Juga:
Danantara Tetapkan Delapan Mitra PSEL, Cek Daftarnya

“Dan kami mungkin juga konsultannya dari timnya DIFC. Ini juga ada, dari mantan CEO-nya DIFC. Jadi untuk memastikan bahwa ini benar-benar sesuai dengan bisnis-bisnis praktis yang ada, yang sudah berhasil, contohnya di Dubai itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan model operasional dan tata kelola yang kredibel sehingga mampu menarik minat investor dan pelaku usaha global untuk beraktivitas di Indonesia.

Terkait pendanaan PFII, Rosan menegaskan proses penyertaan modal dari Danantara akan dilakukan secara bertahap dan melalui mekanisme tata kelola yang ketat. Seluruh rencana investasi akan dibahas lebih dahulu melalui investment committee sebelum direalisasikan.

“Soal permodalan dari Danantara di PFII, kita kan akan ada tahapannya. Nanti kita juga ada masuk ke investment committee dan yang lain-lainnya. Jadi akan ada tahapannya,” kata Rosan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembentukan PFII merupakan langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan global.

“Pemerintah memiliki pandangan yang sejalan dengan DPR RI bahwa pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia merupakan langkah strategis untuk menjadi katalis bagi pendalaman pasar keuangan, diversifikasi instrumen dan sumber pembiayaan, peningkatan investasi, serta penguatan posisi Indonesia sebagai bagian dari ekosistem keuangan global,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (20/7/2026).

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PBNU Dorong Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Pesantren untuk Cegah Kekerasan Seksual
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Untung, Jokowi Terus Digantung: Analisis Politik di Balik Kasus Ijazah
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Terbitkan Panda Bond pada 23 Juli 2026, Target Raup USD 1 Miliar
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Harapan di Balik Reruntuhan: Tim SAR Basarnas Medan Intensifkan Pencarian Korban Ledakan Rumah Grand Polonia
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Kronologi Pensiunan di Bandung Ditipu Disdukcapil Palsu Bermodus Pembaruan Data, Uang Rp1 Miliar Melayang
• 16 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.