Asosiasi Pesepeda Profesional Kritik Tes Doping Tengah Malam di Tour de France 2026

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Asosiasi Pesepeda Profesional (Cyclistes Professionnels Associés/CPA) mengkritik pelaksanaan tes doping pada tengah malam terhadap sejumlah peserta Tour de France 2026 dan meminta sistem pemeriksaan yang lebih cerdas, adil, serta tetap menghormati hak atlet.

Tes Tengah Malam Dinilai Ganggu Pemulihan Atlet

CPA menegaskan tetap mendukung upaya pemberantasan doping yang kuat, kredibel, dan efektif, namun mempertanyakan relevansi pemeriksaan yang dilakukan saat para pembalap sedang beristirahat.

Organisasi tersebut mengungkapkan, “Pemeriksaan pada malam hari menimbulkan pertanyaan mengenai relevansinya. Mengganggu waktu istirahat mereka di tengah malam untuk menjalani pemeriksaan kini memerlukan pertimbangan serius.”

Sorotan muncul setelah Jonas Vingegaard dibangunkan sekitar pukul 02.00 waktu setempat menjelang etape pegunungan menuju Plateau de Solaison, sementara Tadej Pogacar menjalani pemeriksaan serupa sekitar tiga jam kemudian.

Selain kedua pembalap tersebut, sedikitnya lima tim lain juga menjalani tes pada atau sebelum pukul 05.00 waktu setempat.

CPA Dorong Pengembangan Teknologi Deteksi Doping

CPA menjelaskan tes pada tengah malam memang dapat digunakan untuk mendeteksi zat peningkat performa yang cepat hilang dari aliran darah, meski pelaksanaannya tidak lazim karena aturan Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) umumnya membatasi pemeriksaan pada pukul 06.00 hingga 23.00 waktu setempat.

Organisasi itu menilai otoritas anti-doping seharusnya lebih banyak berinvestasi dalam penelitian ilmiah dan pengembangan teknologi pendeteksian dibanding memperbanyak pemeriksaan mendadak yang mengganggu waktu istirahat atlet.

CPA mengungkapkan, “Bukankah akan lebih tepat untuk berinvestasi lebih banyak dalam penelitian ilmiah dan teknologi pendeteksian, dibandingkan meningkatkan jumlah pemeriksaan mendadak yang sangat mengganggu?”

CPA juga menegaskan para pembalap profesional merupakan pihak yang menginginkan olahraga balap sepeda bebas dari doping, namun proses pemeriksaan tetap harus memperhatikan hak dasar, kesehatan, dan pemulihan atlet.

Organisasi itu mengungkapkan, “Tujuan kami bukan mempertanyakan pemberantasan doping, justru sebaliknya. Kami ingin upaya tersebut semakin efektif, tepat sasaran, dan efisien dalam mengidentifikasi pelaku kecurangan, tetapi tetap menghormati hak dasar, kesehatan, dan kondisi pemulihan atlet.”

Sebagai penutup, CPA menekankan, “Pemberantasan doping yang efektif sangat penting. Pemberantasan doping yang cerdas juga sama pentingnya.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Komitmen Kembangkan Kota Cerdas di Kawasan ASEAN
• 48 menit laluokezone.com
thumb
Gubernur Bobby Sambut Gubernur se-Sumatera Bahas Penguatan Investasi
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Tips Membeli Mobil Sedan Bekas Rp50 Jutaan
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Malam Kedelapan yang Mengubah Segalanya! AS Gempur Iran, Teheran Resmi Tinggalkan Jalur Damai
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
BEM Nusantara Datangi Kejati Jatim Hari Ini, Desak Febrie Adriansyah Eks Jampidsus Diadili
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.