Yogyakarta: Simpang tiga Piyungan di Jalan Yogyakarta-Wonosari (Gunungkidul) diberlakukan sistem buka-tutup dan contraflow. Rekayasan lalu lintas itu dilakukan menyusul adanya proyek pemasangan rigid beton di lokasi tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan langkah itu diambil setelah jalur tersebut sempat dibuka normal pada akhir Juni guna mengantisipasi lonjakan kepadatan kendaraan selama masa liburan. Kebijakan contraflow dilakukan agar pemasangan rigid beton di sisi utara jalan sekitar Simpang Tiga Piyungan berjalan maksimal.
"Penerapan sistem buka-tutup dan contraflow di Simpang Tiga Piyungan ini dilakukan untuk melanjutkan pemasangan rigid beton yang sempat kami hentikan sementara waktu demi mengakomodasi lonjakan lalu lintas saat libur sekolah," ujar Rita di Bantul pada Selasa, 21 Juli 2026.
Baca Juga :
Meteor Hijau Melintas di Langit Yogyakarta, Ini Penjelasan BRIN"Pengaturan lalu lintas di lokasi tersebut akan menggunakan sistem buka-tutup arus kendaraan secara bergantian, serta menerapkan rekayasa jalur contraflow dengan memanfaatkan sebagian badan jalan yang masih dapat dilalui. Seluruh pembatasan arus lalu lintas ini direncanakan akan berlangsung hingga dua pekan ke depan atau akhir bulan Juli 2026," ujarnya.
Perbaikan jalur Jalan Yogyakarta-Wonosari sehingga diberlakukan contraflow. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)
Kondisi itu menimbulkan kepadatan kendaraan dari dan tujuan Kabupaten Gunungkidul. Pasalnya, jalur tersebut paling dekat diakses dan menjadi jalur utama.
Rita mengimbau pengguna jalan bersabar dan berbagi jalur dengan pengendara lain. Ia meminta para pengendara yang melintasi jalur Jalan Yogyakarta-Wonosari bisa berangkat lebih awal demi mengantisipasi keterlambatan di perjalanan.
"Kami juga telah menempatkan petugas di lapangan untuk membantu mengatur arus lalu lintas agar tetap berjalan seefisien mungkin," ujarnya.




