Dikeluhkan Bikin Macet, Proyek Galian di Jalan Raya Joglo Jakbar Ditargetkan Rampung 5 Oktober 2026

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat memastikan proyek galian di Jalan Raya Joglo tepatnya di Jalan Muchtar Raya, Kembangan, Jakarta Barat, rampung pada awal Oktober 2026.

Proyek ini dikeluhkan warga karena membuat macet.

"Ditargetkan awal Oktober selesai, jadi pengerjaannya dari tanggal 5 Juli sampai 5 Oktober 2026," kata Kasudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, kepada Kompas.com saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Proyek Galian Bikin Lampu Merah Joglo Jakbar Macet Parah, Pengendara: Ngerjainnya Malam Aja Kali

Proyek galian yang sedang dikerjakan mempunyai panjang sekitar 800 meter.

"Termasuk yang di jalan Muchtar ada sepanjang sekitar 200 meter yang sedang dikerjakan," tutur dia.

Galian ini merupakan proyek saluran air yang sedang dikerjakan oleh pihak Sudin SDA.

Selain di Jalan Raya Joglo, ada sejumlah titik yang juga sedang dilakukan pengerjaan dengan target rampung yang sama yakni pada 5 Oktober 2026.

Lokasinya berada di Meruya Selatan, Kembangan Selatan, Ring Road, Taman Ratu, Duri Kepa, hingga di kawasan Palmerah.

"Pekerjaan ini kami lakukan serentak," jelas dia.

Dalam proses pengerjaan, beberapa kendala yang ditemukan yakni terdapat kabel dan juga pipa air.

Dalam hal ini, pihaknya telah berkoordinasi salah satu dengan pihak PAM Jaya.

"Sampai sekarang (pengerjaan) masih progres, masih terus berjalan," kata Mustajab.

Baca juga: Galian Proyek di Jakarta Diminta Dilakukan Bersamaan, Jangan Bongkar Pasang Terus

Warga minta proyek dikerjakan malam

Keberadaan proyek galian yang berada di persimpangan Joglo ini, dikeluhkan masyarakat khususnya sejumlah pengendara karena bikin macet.

Warga bernama Chandra mengatakan, kemacetan biasanya terjadi pada jam sibuk yakni pagi dan sore hari. Sialnya, ia selalu melewati kemacetan itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Mau lewat jalan tikus ya sama aja, di sini jauh muternya," kata Chandra kepada Kompas.com di lokasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya: Sumber Utama Dana PFII dari Danantara, APBN untuk Jaga-jaga
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Apa Itu Panda Bond? Instrumen Baru Pemerintah yang Terbit 23 Juli 2026
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Satgas PRR Minta Pemda Proaktif Siapkan Lahan dan Infrastruktur Huntap
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pebisnis Heni Sagara Minta Bareskrim Ambil Alih Tiga Laporan di Polda Jabar
• 11 jam lalugrid.id
thumb
IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.261, Simak Rekomendasi Saham Pagi Ini
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.