Obligasi Danantara US$5 Miliar Kantongi Rating Baa2 dari Moody’s, Tapi Outlook Masih Negatif

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga pemeringkat Moody’s Ratings menetapkan peringkat Baa2 terhadap rencana penerbitan obligasi senior tanpa jaminan dalam mata uang dolar Amerika Serikat oleh Danantara Investment Management (DIM). Obligasi tersebut akan diterbitkan melalui program obligasi global senilai US$5 miliar dengan prospek (outlook) negatif.

Vice President Ratings Moody’s, Rachel Chua mengatakan peringkat Baa2 yang diberikan kepada DIM setara dengan peringkat utang Pemerintah Indonesia. Menurutnya, penilaian tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara DIM dan pemerintah, baik dari sisi kepemilikan, fungsi strategis dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), maupun besarnya peluang perusahaan memperoleh dukungan pemerintah apabila menghadapi kondisi tertentu.

Rachel menjelaskan Moody’s mengategorikan DIM sebagai perusahaan yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah (government related issuer). Oleh karena itu, penilaian kredit dilakukan dengan mengacu pada profil kredit pemerintah, bukan semata-mata berdasarkan kekuatan keuangan perusahaan.

Ia menambahkan, Moody’s belum memberikan penilaian atas kemampuan kredit mandiri DIM karena perusahaan masih berada pada tahap awal pengembangan, memiliki rekam jejak operasional yang terbatas, serta belum menjalankan kegiatan usaha yang signifikan secara mandiri. Dengan demikian, peringkat kredit DIM saat ini lebih banyak ditopang oleh dukungan dan keterkaitannya dengan pemerintah.

Menurut Rachel, hubungan tersebut diperkuat oleh landasan hukum pembentukan DIM yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. Dalam regulasi tersebut, DIM merupakan bagian dari struktur BPI Danantara yang bertugas mengelola investasi dan aset BUMN, sementara seluruh saham DIM dimiliki oleh BPI Danantara. Perubahan kepemilikan juga hanya dapat dilakukan melalui perubahan undang-undang sehingga hubungan tersebut dinilai bersifat kuat dan berkelanjutan.

Selain itu, Rachel menilai pengawasan pemerintah terhadap DIM sangat kuat. Kesamaan jajaran direksi dan dewan antara BPI Danantara dan DIM juga dinilai mendukung keselarasan strategi serta pelaksanaan investasi.

Rachel mengatakan prospek negatif yang disematkan kepada DIM mengikuti prospek negatif atas peringkat utang Pemerintah Indonesia.

“Prospek negatif diberikan karena mengikuti prospek negatif peringkat utang Pemerintah Indonesia. Hal ini mencerminkan kuatnya keterkaitan kredit antara DIM dan pemerintah,” ujar Rachel, Jakarta, Selasa (21/7/2026). 

Dari sisi likuiditas, Moody’s menilai kondisi keuangan DIM berada dalam kategori sangat kuat. Rachel menjelaskan likuiditas perusahaan didukung oleh penyertaan modal dari BPI Danantara serta akses terhadap berbagai sumber pendanaan eksternal.

Hingga saat ini, DIM telah memperoleh pendanaan melalui penerbitan obligasi perdana senilai US$1,5 miliar, penerbitan Patriot Bonds sebesar Rp68,4 triliun, serta fasilitas pinjaman bergulir senilai US$10 miliar, dengan komitmen pinjaman sebesar US$1 miliar.

Sebagian fasilitas pinjaman tersebut telah digunakan untuk membiayai investasi pada dana investasi swasta dan aset yang terkait dengan sektor properti. Ke depan, perusahaan diperkirakan akan kembali menarik fasilitas pinjaman seiring berlanjutnya penempatan investasi.

Baca Juga: Moody’s Ingatkan Risiko Fiskal Indonesia Meningkat, Ini Faktor yang Jadi Sorotan

Baca Juga: Rosan Buka Suara soal BUMN Ekspor, DSI Hanya Berperan sebagai Agen Penjual

Rachel juga menyebut DIM tidak memiliki kewajiban membayar dividen serta tidak menghadapi utang yang jatuh tempo dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Kondisi tersebut dinilai memberikan fleksibilitas yang cukup dalam mengelola kebutuhan pendanaan.

Lebih lanjut, Rachel mengatakan peluang kenaikan peringkat DIM dalam waktu dekat masih kecil selama prospek peringkat utang Indonesia tetap negatif. Sebaliknya, peringkat DIM dapat diturunkan apabila peringkat utang Indonesia ikut diturunkan atau apabila hubungan antara DIM dan pemerintah melemah, baik akibat perubahan mandat, struktur kepemilikan, maupun peran perusahaan dalam ekosistem Danantara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sheriddin Boboev Sampaikan Salam Perpisahan untuk PSM
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Tri Sudarto Sirajuddin Siap Harumkan Sulawesi Barat di Ajang Nasional FERBI 2026
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Diduga Dikunci dari Luar oleh OTK, Wanita Ini Terjebak di Ruko Daycare
• 34 menit laluokezone.com
thumb
Musim Kemarau: Pendaki Diimbau Waspada Saat Gunakan Api Guna Cegah Karhutla
• 13 jam lalunarasi.tv
thumb
Pemerintah Perkuat Pemanfaatan IKD untuk Penyaluran Bansos yang Lebih Tepat Sasaran
• 10 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.