Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Perbaikan Manajemen BGN dan Validasi Data Penerima

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menurun.

Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Perbaikan Manajemen BGN dan Validasi Data Penerima. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menurun setelah pemerintah menyelesaikan pembenahan manajemen Badan Gizi Nasional (BGN) dan melakukan validasi data penerima manfaat.

Prasetyo mengatakan, potensi penurunan anggaran tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut besaran kebutuhan anggaran akan disesuaikan berdasarkan hasil pembaruan data agar program lebih tepat sasaran.

Baca Juga:
Purbaya Bakal Bertemu Petinggi BGN Terkait Pemangkasan Anggaran MBG

“Kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Selain menyinggung anggaran MBG, Prasetyo juga menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan pengurangan anggaran pertahanan yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja di Malang.

Baca Juga:
Komitmen Jalankan Program MBG, Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Tak Memberi Makan

Menurut Prasetyo, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai pemangkasan anggaran pertahanan. Dia menilai pernyataan Presiden masih bersifat kemungkinan yang akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan negara.

Baca Juga:
Evaluasi MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG

“Ya kan kemungkinan ya, kemungkinan itu kan artinya kalau memang dalam situasi yang dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Prasetyo memastikan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang sehat. Sebab, pemerintah terus memantau pengelolaan APBN agar tetap terjaga, termasuk menjaga defisit anggaran sesuai target.

“Hasil evaluasi kami sampai hari ini alhamdulillah fundamental ekonomi kita cukup kuat, fiskal kita juga masih sangat terjaga. Berkaitan dengan masalah defisit anggaran dalam satu tahun APBN berjalan juga masih sangat terjaga,” kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Targetkan Terbitkan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun pada 2027 untuk Biayai Infrastruktur Publik
• 5 jam lalupantau.com
thumb
RUU LLAJ Bakal Atur Pembentukan Badan Perlindungan Kecelakaan Transportasi
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Prananda Surya Paloh: Pemuda Bukan Objek Politik, tapi Agent Of Change
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Menperin Sebut Rantai Pasok-AI Jadi Tantangan SDM di Sektor Industri
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
China Open 2026: Terbebani Ekspektasi, Tiwi/Fadia Kalah di Babak Pertama
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.